Daydream

Daydream

In a soulless night
In a lonely abyss
Wind whispers names
For i am bleeding

A name echoes
As it a distant hum
Every stabbing notes
My already crippled heart

You rescued me
You revived me
What is this jolt
Is it feelings

I was me
When you and i
Were us
Were…

I loved you
For who you are
When you loved him
For who he is

You were everything
Behind my smile
Behind my sorrow
Its you

I hope you knew
I hope you felt the same
Yet i’m nothing
A thoughtful shadow

Its been you
For all the years
It’ll always
Be you

Cr: My fella, A.M.T.

Iklan

Pengaruh Kekurangan Air Terhadap Perkecambahan Kacang Hijau (Student Research – Science Paper – Amirah Amalia – SMP IT Aulady – 2014)

BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG MASALAH

Air merupakan salah satu zat terpenting bagi tanaman, khususnya dalam proses fotosintesis yang terdapat di sel kloroplas. Untuk menghasilkan makanan, tanaman atau tumbuhan perlu melakukan fotosintesis, dan air merupakan salah satu bahan dasar yang diperlukan dalam fotosintesis. Namun apabila tanaman kekurangan air, fotosintesis yang dilakukan tidak akan sempurna, sehingga tidak dapat menghasilkan makanan dengan kualitas dan kuantitas yang baik. Bila tanaman tidak memiliki makanan dengan kualitas yang baik, maka tanaman tersebut akan mengalami kekeringan yang membahayakan serta mengancam kelangsungan hidup tanaman. Begitu pula yang akan terjadi apabila tanaman kekurangan makanan dalam ukuran kuantitas. Secara kimiawi, air mengandung hidrogen dan oksigen yang diperlukan dalam kehidupan manusia, hewan dan tumbuhan.

Berikut ini adalah fungsi-fungsi air bagi tanaman:
1. Untuk melarutkan reaksi kimia.
2. Untuk mentransfer zat terlarut organik, maupun non organik.
3. Untuk berhidrasi.
4. Untuk menetralisasikan muatan pada molekul-molekul koloid.
5. Untuk memberikan turgor pada sel tanaman.
6. Untuk membantu pembesaran sel.
7. Untuk membantu struktur tanaman dalam penempatan daun.
8. Untuk memelihara struktur tanaman.
9. Untuk memudahkan fungsi katalis.
10. Sebagai bahan baku proses hidrolisa dan transpirasi.
11. Untuk mendinginkan permukaan tanaman.

Dalam proses perkecambahan, tanaman menggunakan air sebagai stimulus terjadinya proses imbibisi. Perkecambahan adalah proses dimana suatu kecambah keluar dari cangkang bijinya. Proses ini terjadi sebelum tanaman tumbuh, tepatnya saat masih mengambil nutrisi makanan dari biji, karena belum dapat memasak makanan sendiri (fotosintesis). Dan apabila tanaman telah menumbuhkan daun, maka ia sudah dapat melakukan fotosintesis, dan tidak lagi dinamakan kecambah.

Pada umumnya, kecambah sangat memerlukan air dengan jumlah yang sesuai. Apabila tanaman kekurangan air, maka akan terjadi banyak hal merugikan bagi tanaman tersebut. Sedangkan apabila tanaman kelebihan air, ia akan berhenti berkecambah (membusuk).

B. BATASAN MASALAH DAN RUMUSAN MASALAAH

1. Apakah jumlah air yang kurang mempengaruhi perkecambahan kacang hijau?
2. Apa saja pengaruh jumlah air terhadap pertumbuhan kecambah kacang hijau?
3. Berapakah takaran air yang tidak kurang untuk pertumbuhan kecambah kacang hijau?
4. Apa saja peran air terhadap perkecambahan kacang hijau?
5. Apa saja perbedaan antara kecambah kacang hijau yang berkecukupan air dan kekurangan air?
6. Apa saja dampak yang ditimbulkan bila kecambah kacang hijau kekurangan air?

C. HIPOTESA

Menurut dugaan awal (hipotesa) saya, diperkirakan bahwa tanaman yang kekurangan air, tidak akan tumbuh dan berkembang biak dengan baik. Dan batangnya juga tidak akan kuat, sehingga daunnya akan layu dan berwarna kekuningan.

D. TUJUAN DAN MANFAAT PENELITIAN

Berikut ini adalah hal-hal yang ingin dicapai setelah pelaksanaan penelitian:
1. Agar peneliti dan masyarakat dapat mengetahui pentingnya peran air bagi
perkecambahan.
2. Agar peneliti dan masyarakat dapat mengetahui pengaruh-pengaruh yang
terjadi pada kecambah yang kekurangan air.
3. Adapun manfaat penelitian ini bagi peneliti sendiri, yaitu agar
mendapatkan sertifikat penelitian yang merupakan salah satu syarat
kelulusan sekolah.
4. Juga, agar peneliti mendapatkan ilmu baru.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA DAN PENELITIAN
A. TINJAUAN PUSTAKA

Air merupakan bahan fotosintesis tanaman, tetapi jumlahnya yang digunakan untuk fotosintesis hanya 0,5% dari jumlah total. Kemudian 99% lainnya dipakai untuk proses transpirasi tanaman. Sedangkan jumlah sisanya, yaitu 0,5% digunakan untuk berhidrasi dan memperbaiki pemeliharaannya dalam pertumbuhan. Selama masa pertumbuhannya, tanaman membutuhkan air dalam jumlah yang tepat. Kebutuhan air bagi tanaman dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu: faktor jenis tanaman yang berdasarkan tipe dan perkembangannya, faktor kadar air tanah, serta faktor cuaca.

Berikut ini adalah peranan-peranan air bagi tanaman:
1. Untuk proses evapotranspirasi.
2. Untuk proses asimilasi.
3. Sebagai pengangkut unsur hara.
4. Sebagai pengatur tegangan sel.
5. Sebagai bagian dari tanaman, baik sebagai penyusun jaringan, maupun sebagai pembantu bahan-bahan dari penyusun jaringan tersebut.

Kekurangan air bagi tanaman, dapat menyebabkan terhambatnya proses fisiologis tanaman, bahkan dapat berhenti berjalan. Tanaman yang kekurangan air, akan menyebabkan kelayuan, hingga akhirnya mati. Hal tersebut disebabkan oleh jaringan-jaringannya yang tidak dapat berfungsi lagi dengan baik.

Tanaman dapat mengalami cekaman (kekurangan air). Hal ini terjadi jika kecepatan absorpsi pada proses transpirasi, tidak dapat mengimbangi kehilangan air.2 Air sangatlah penting bagi tanaman, karena kekurangan air menyebabkan kelayuan pada tanaman. Jadi, penting adanya irigasi yang baik, karena hal tersebut mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tanaman.

Air merupakan sarana dari reaksi-reaksi kimia yang terjadi pada tanaman. Tanaman hijau yang kekurangan air, akan melayu dan mati secara lambat laun. Air dapat menyuburkan tanaman, namun pemberian air harus sesuai dengan kadar yang diperlukan tanaman, tidak terlalu banyak dan tidak terlalu sedikit. Air dapat mempercepat proses perkecambahan dalam suatu biji. Kadar atau jumlah air yang diberikan, mempengaruhi tinggi kecambah, sehingga menimbulkan perbedaan pada proses perkecambahan dan tinggi dari masing-masing kecambah.

Berikut ini adalah fungsi-fungsi air bagi tanaman:
1. Untuk menentukan lajur fotosintesis.
2. Sebagai sarana terjadinya reaksi enzimatis.
3. Untuk membantu proses perkecambahan biji.
4. Untuk mempercepat proses perkecambahan biji.
5. Sebagai pelarut secara universal.
6. Untuk mengangkut unsur hara dan unsur fotosintesis.
7. Untuk melunakkan dan memecahkan kulit biji.
8. Untuk mengembangkan embrio dan endosperma.
9. Untuk menghentikan masa dormansi biji.
10. Untuk mengaktifkan sel hormon perkecambahan.
11. Untuk mengeluarkan zat-zat radikal.

Kehadiran air di dalam sel perkecambahan awal, mengaktifkan sejumlah hormon yang menurunkan kadar fitohormon asam absisat dan meningkatkan kadar giberelin. Selain itu, pemasukan air pada biji juga mengaktifkan enzim. Sedangkan bekerjanya enzim merupakan proses kimia.

Fungsi-fungsi air bagi tumbuhan adalah:
1. Untuk memberikan tekanan turgor pada dinding sel, sehingga sel dapat
membelah dan membesar.
2. Untuk merangsang terjadinya proses imbibisi, yaitu proses penyerapan air
oleh biji.
3. Sebagai bahan baku fotosintesis, sehingga tanaman dapat memproduksi
glukosa.
4. Untuk mengedarkan hasil-hasil fotosintesis (nutrisi) ke seluruh bagian
tumbuhan, agar tidak terjadi kekeringan yang diakibatkan oleh
kekurangan nutrisi.

Volume air yang berbeda, mempengaruhi perkecambahan tumbuhan kacang hijau. Semakin banyak air yang ia dapatkan, maka pertumbuhan dan perkembangan kecambah akan semakin cepat. Perkecambahan adalah munculnya plantula (tanaman kecil dari dalam biji). Proses perkecambahan melibatkan proses fisika (imbibisi) dan kimia (hormon dan enzim).

Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman, salah satunya adalah air. Air merupakan petunjuk utama dalam tumbuh kembang benih, dan juga faktor eksternal dari tumbuh kembang tanaman.

Berikut ini adalah fungsi-fungsinya bagi tanaman:
1. Untuk berfotosintesis.
2. Untuk mengaktifkan reaksi-reaksi enzim.
3. Untuk membantu biji dalam proses perkecambahan.
4. Untuk menjaga (mempertahankan) kelembapan.
5. Untuk proses transpirasi.
6. Untuk meningkatkan tekanan turgor, sehingga merangsang
pembelahan sel.
7. Untuk menghilangkan asam absisat.

Perkecambahan (germination) merupakan tahap awal dari perkembangan suatu tumbuhan, khususnya pada tumbuhan berbiji. Dalam tahap ini, embrio berkondisi dorman yang terletak di dalam biji, mengalami sejumlah perubahan fisiologis. Hal tersebut menyebabkannya berkembang menjadi tumbuhan muda. Tumbuhan muda ini dikenal sebagai kecambah. Perkecambahan diawali dengan penyerapan air dari lingkungan sekitar biji, baik tanah, udara (dalam bentuk embun maupun uap air) maupun media lainnya. Perubahan yang perlu diamati adalah membesarnya ukuran biji, yang disebut tahap imbibisi (berarti ‘minum’). Proses absorpsi pada tanaman, menyebabkan pembesaran ukuran biji, pembesaran sel-sel embrio dan pelunakan biji. Proses ini bersifat murni fisik.

Kacang hijau adalah sejenis tanaman budidaya dan palawija, yang dikenal luas di daerah tropis. Kacang hijau juga termasuk ke dalam suku polong-polongan (Fabacea).
Berikut ini adalah hal-hal yang dibutuhkan tanaman dari air:
1. Untuk menentukan laju fotosintesis.
2. Sebagai sarana terjadinya reaksi enzimatis.
3. Sebagai pelarut secara universal.
4. Sebagai pengangkut unsur hara dan hasil fotosintesis.
5. Untuk mempercepat proses perkecambahan.
Berikut adalah proses-proses perkecambahan yang memerlukan bantuan air:
1. Proses pemasukan air kedalam biji.
2. Proses pelunakan kulit biji.
3. Proses perkembangan embrio dan endosperma.

Peran air sangatlah penting bagi tumbuhan. Kekurangan atau kelebihan air pada tumbuhan, secara langsung ataupun tidak langsung, akan menimbulkan konsekuensi berupa pengaruh terhadap semua proses metaboliknya. Sehingga, dapat menurunkan kualitas dan/atau kuantitas pada pertumbuhan tanaman.
Tanaman membutuhkan nutrisi untuk bertahan hidup. Nutrisi untuk tanaman, kebanyakan berasal dari zat garam yang terlarut dalam air. Zat garam dibutuhkan dalam pertumbuhan tanaman yang sehat. Sedangkan, air dibutuhkan dalam fotosintesis dan proses-proses lainnya. Selama fotosintesis, makanan diproduksi untuk menghasilkan energi bagi tanaman.
B. PENELITIAN
Penelitian kali ini bersifat praktikum, dan dijalankan berdasarkan ketentuan-ketentuan sepengetahuan situs Wikipedia, peneliti, dan Guru Pembina Penelitian sekaligus Guru Sains. Observasi yang dilakukan, tidak mencakup proses fotosintesis.
I. Alat dan bahan

a. Dua biji kacang hijau (Phaseolus Radiatus L/Mungo/Mungbean/Green
Gain/Green Bean/Golden Grawn/biji tanaman tauge pendek) yang tidak
busuk dan berwarna hijau muda (yang berarti masih segar dan sehat).
b. Tiga buah gelas plastik.
c. Sejumlah air bersih.
d. Sebuah pipet.
e. Sebuah cutter.
f. Sebuah kotak sepatu.
g. Kapas kering dalam jumlah secukupnya.
h. Sebuah spidol permanen.

II. Langkah Kerja

a. Masukkan air pada salah satu gelas plastik, lalu taruh dua biji kacang
hijau dan tunggu selama delapan jam.
b. Setelah direndam selama delapan jam, keluarkan biji dari gelas plastik,
dan buang airnya.
c. Dengan menggunakan cutter, buatlah beberapa lubang pada dasar gelas
plastik lainnya.
d. Taruh sejumlah kapas pada dasar gelas plastik yang telah dilubangi.
e. Taruh satu biji kacang hijau diatas kapas pada masing-masing gelas.
f. Dengan menggunakan spidol, tulislah huruf A pada gelas pertama dan
huruf B pada gelas kedua (gelas yang sudah dilubangi).
g. Taruh kedua gelas plastik di dalam kotak sepatu, sebagai sarana
pertumbuhan yang optimal bagi kecambah, yaitu tempat yang
gelap dan lembap.
h. Pada pagi hari, beri setetes air pada masing-masing biji, dengan
menggunakan pipet.
i. Pada sore hari, beri empat tetes air pada biji di gelas A, dan setetes air
pada biji di gelas B, dengan menggunakan pipet.

III. Data

Berikut ini adalah tabel dari hasil penelitian. Dengan keterangan bahwa Tanaman A adalah tanaman yang berair cukup (control water), dan Tanaman B adalah tanaman yang kekurangan air (water shortage).

Hari pertama
Tanaman A Pengeluaran cabang kecil.
Tanaman B Pengeluaran cabang sekecil Tanaman A.
Hari kedua
Tanaman A Pengupasan dari sebagian kulit kacang.
Tanaman B Pengupasan dari sebagian kecil kulit kacang, pembekuan (mejadi kaku) dan penghitaman (pembusukan) cabang.
Hari ketiga
Tanaman A Pengembungan dan pemanjangan cabang. Cabang juga menempel di dasar wadah. Sedangkan, kapasnya menguning.
Tanaman B Tidak ada perubahan dari hari sebelumnya.
Hari ke-empat
Tanaman A Mengalami perkembangan dan pertumbuhan cabang, serta kapasnya menghijau.
Tanaman B Tidak ada perubahan dari hari sebelumnya.
Hari kelima
Tanaman A Pengembungan cabang.
Tanaman B Tidak ada perubahan dari hari sebelumnya.

IV. Analisis Data
Berdasarkan hasil penelitian dari tabel di atas, telah terbukti bahwa proses perkecambahan sangatlah memerlukan air dalam jumlah yang cukup. Adapun kecambah tauge yang kekurangan air, akan mengalami kegagalan dalam pertumbuhannya dan membusuk. Pada awalnya, biji kecambah yang kekurangan air, tumbuh selayaknya berkecukupan air. Tapi pada tahap selanjutnya, kulit biji yang harusnya terbuka, justru menjadi kaku dan terkupas, lalu menghitam (membusuk). Lain halnya dengan kecambah berkecukupan air, yang terlihat terus tumbuh. Kapas di tempat kecambah berkecukupan air, berubah warna menjadi hijau. Sedangkan kapas di tempat perkecambahan yang kekurangan air, justru berubah warna menjadi kuning. Pada tahap-tahap berikutnya, kecambah tauge yang kekurangan air, tidak mengalami perkembangan sama sekali atau bisa dikatakan sel-selnya mati. Hasil dari penelitian ini membuktikan bahwa air mempengaruhi proses perkecambahan, yaitu kecambah memerlukan air bersih dalam jumlah lima tetes perharinya. Dan bila kecambah kekurangan air, maka dia tidak akan bisa tumbuh dengan semestinya.
BAB III
PENUTUP

A. KESIMPULAN

Berdasarkan penelitian yang telah dilaksanakan, dapat disimpulkan bahwa:
1. Proses perkecambahan dapat berlangsung dengan lima tetes air bersih
perhari.
2. Air sangat mempengaruhi proses perkecambahan. Kecambah yang
kekurangan air, akan mengalami pembusukan.
3. Akan terjadi kegagalan proses perkecambahan pada kacang hijau
yang kekurangan air.
4. Air merupakan salah satu peran terpenting dalam proses pekecambahan
kacang hijau.
5. Perkecambahan kacang hijau yang kekurangan air, memiliki banyak
perbedaan dengan perkecambahan kacang hijau yang berkecukupan air.

B. SARAN

Dalam observasi perkecambahan tanaman tauge, disarankan agar lebih teliti dan sabar, khususnya pada proses perendaman biji dan dalam masalah waktu. Juga jagalah objek observasi dengan baik, agar tidak disalah gunakan oleh orang lain. Dan jangan lupa untuk mengambil foto dari objek-objek penelitian anda pada setiap momen. Karena kekurangan foto adalah hal yang sangat disayangkan, dan dapat membuang-buang kesempatan besar untuk mendapat nilai lebih. Janganlah takut untuk mengambil foto terlalu banyak, karena foto yang terlalu banyak masih dapat dikurangi. Sedangkan kekurangan foto dari objek yang telah tidak ada, tidak dapat ditambah-tambah (dicukupkan) lagi.

DAFTAR PUSTAKA

http://doc-bukanbasabasi.blogspot.com/2013/04/pengaruh-air-terhadap-pertumbuhan.html (akun media sosial berupa blog milik Arman Ali, Mahasiswa jurusan agrobisnis akuntansi manajemen dengan nim P2211075|Situs ini dipost pada hari kamis, tanggal 04 April 2013).

http://bioplantlife.blogspot.com/p/faktor-faktor-pendukung-tumbuhan.html (akun media sosial berupa blog milik Andraini, Riesya, Roqib, Iwenda, Talitha, Dinda, dan Faid).

http://answers.yahoo.com/question/index?qid=20121211042542AAeYErMhttp://nisaliebealle.blogspot.com/2013/09/makalah-pengaruh-cahaya-dan-air_11.html (akun media sosial berupa surat elektronik yahoo milih Nisa Liebealle).

http://litaleonie.blogspot.com/2013/08/pengaruh-air-terhadap-pertumbuhan-biji.html (akun media sosial berupa blog milik Lita Leonie Tirta Putri|Situs ini dipost pada hari minggu, tanggal 18 Agustus 2013).

http://ayucm.blogspot.com/2011/09/pengaruh-air-terhadap-pertumbuhan.html (akun media sosial berupa blog milik Ayu C M, seorang perempuan yang berlokasi di Depok, Jawa Barat|Situs ini dipost pada hari kamis, tanggal 22 September 2011).

http://nisaliebealle.blogspot.com/2013/09/makalah-pengaruh-cahaya-dan-air_11.html (akun media sosial berupa blog milik Chairunnisa Tanjung|Situs ini dipost pada hari rabu, tanggal 11 September 2013).

http://pekerjaanrumah8.blogspot.com/2013/09/laporan-penelitian-tentang-pengaruh-air.html (akun media sosial berupa blog milik Gani Nur P, Enggal Fadli P, Fraya Aditya P, Heikal Syah Alam, Riski Hiodayat S P, Riza Prasetyo P, dan Galih Tri Cahyono yang merupakan Siswa-Siswi SMAN 5 Kediri kelas XII IPA 1).

http://mimosapudica07.blogspot.com/2012/07/pengaruh-air-terhadap-perkecambahan.html (akun media sosial berupa blog milik Mimosapudica yang berlokasi di Cianjur, Indonesia|Situs ini dipost pada hari selasa, tanggal 24 Juli 2012).

http://kliknurul.blogspot.com/2013/10/pengaruh-volume-penyiraman-terhadap.html (akun media sosial berupa blog milik Nurul Hidayah yang berlokasi di Pasuruan, Jawa Timur).

Buku Science Matter volume B (diterbitkan oleh: Marshall Cavendish Education pada tahun 2013|Disusun oleh: Joan Fong, Lam Peng Kwan, Eric Lam, Christine Lee dan Loo Poh Lim).

UK, I’M COMING! (Or will i?)

Di hari yang mendung, aku terlentang di atas kasur merah mudaku. Sambil mendengarkan lagu, aku melakukan percakapan dengan kakakku yang sedang berada nun jauh di sana. Melalui media sosial, aku masih dapat berkomunikasi dengannya, Alissa namanya.

Alissa, kakakku, merupakan seorang Fotografer. Sebagai Fotografer, dia sering berkeliling dunia untuk mengambil potret-potret indah dari seluruh dunia. Sekarang, dia sedang berada di Jepang, Harajuku tepatnya.

Sedikit ku ceritakan tentang keluargaku… Daddy merupakan orang asli Bugis. Sedangkan Mommy merupakan orang campuran, yaitu Bugis-British. Sedangkan aku merupakan anak bungsu dari 2 bersaudara. Aku memiliki seorang kakak perempuan bernama Alissa Ratu Holmes. Seharusnya aku memiliki 3 adik kembar, yaitu Josh, Joseph, dan Joshua. Mereka merupakan triplets yang meninggal dalam kandungan Mommy setahun yang lalu.

Pagi ini, Kak Alissa baru saja mengirimkanku beberapa foto hasil potretannya. Di Harajuku, kebanyakan orang berpakaian aneh. Ada yang berpakaian seperti boneka, berpakaian ala punk, berpakaian serba gothic, berpakaian seperti tokoh-tokoh anime (cosplay), dan masih banyak lagi. Di foto-foto milik Kak Alissa, mereka terlihat bagaikan model tanpa bayaran yang sangat unik. Lalu disaat aku sedang asyik melihat-lihat foto-foto karya Kak Alissa…

“ELISSA VICTORY HOLMES!”
Terdengar seseorang memanggilku dengan nada yang melengking tinggi. Karena aku sudah mengenali suaranya, aku bergegas keluar dari kamar, lari menuruni tangga, dan menghampiri Mommy yang sedang berada di depan kamarnya.
“What were you doing? Its 6:30 AM already and you haven’t got ready yet?!”
Ujar Mommy jengkel. “Get ready for what?” Jawabku. “IT’S TEST DAY!” Jawab Mommy kembali membentakku.

Setelah itu, aku bergegas mandi, lalu memakai kemeja berwarna ungu-biru dengan celana jeans, dan pergi ke United Kingdom Ambassador (Kedutaan Besar Inggris) dengan diantar Mommy menggunakan mobil.

Ya, Tuhan, kenapa aku bisa lupa begini? Aku benar-benar lupa kalau hari adalah hari pendaftaran sekaligus hari tes untuk mendapatkan full scholarship (beasiswa penuh) ke King’s College. itu adalah beasiswa yang sangat aku damba-dambakan. Padahal itu sudah menjadi rencana hidupku sejak aku duduk di bangku SMP.

Karena aku lupa, Mommy jadi ‘kumat’. Biasanya kalau Mommy sedang marah, dia pasti mengomeliku dengan accent British nya.

Sesampainya di UK Ambassador, Mommy menarik tanganku dan kami berlarian masuk. Di dalam gedung besar serba putih dan bertemakan classic, aku ‘pun mengikuti pendaftaran, lalu mengerjakan 500 soal tes.

Sekarang, otakku terasa seperti terbakar. Aaah, aku bosan dengan soal-soal! Hari sudah sore dan aku mulai merasa suntuk. Sambil terkadang mencuri-curi pandang untuk melirik beberapa foto Kerajaan Inggris yang tertempel di dinding ruangan, aku terus berjuang mengerjakan soal-soal sebisaku. Aku terus berjuang demi impian dan cita-citaku.

Setelah detik-detik, demi menit, hingga beberapa jam berlalu, akhirnya waktu selesai dan petugas datang mengambil lembar jawaban kami. Fiuhh, capeknya. Aku juga sudah pegal duduk terus di sini. Setelah itu, Daddy menjemputku. Daddy berkata bahwa Mommy sedang berbelanja, sehingga tidak dapat menjemputku.

Di jalan pulang, Kak Alissa mengajakku untuk bervideo call. Lalu aku mengiyakan ajakannya dan kami bervideo call. Bukan hanya Kak Alissa yang wajahnya terdapat di layar poselku sekarang, tapi juga seorang lelaki tampan bernama Johnatan, pacarnya Kak Alissa.

Beberapa lama kemudian, aku dan Daddy sampai di rumah. Lalu aku mematikan video callnya. Sesampainya di dalam rumah, rupanya Mommy juga sudah sampai di rumah. Lalu Mommy memberikanku sepotong kue Red Velvet kesukaanku, sebagai apresiasi dari keberanianku untuk mengikuti tes yang amat sulit.

Aku yakin bahwa Mommy dan Daddy akan merasa sangat bangga apabila aku termasuk 5 orang yang mendapatkan beasiswa ke Inggris, dari 1.674 orang yang mendaftar. Sejak lama, aku memang memimpikan hal tersebut. Bagaimana aku akan kuliah dan tinggal di Inggris.

Sejak hari itu, aku terus gelisah akan hasil tes yang telah aku laksanakan. Aku takut bagaimana nanti aku akan terbebani rasa malu apabila aku tidak mendapatkan beasiswa tersebut. Karena sejujurnya, aku sudah memamerkan hal tersebut ke beberapa teman-teman terdekatku.

Seminggu telah berlalu. Hari ini merupakan hari ke-7 yang dijanji-janjikan sebagai hari pengumuman. Hatiku menjadi semakin dag-dig-dug. Jantungku berdegup kencang. Keringat ‘pun mulai mengalir dari pelipis kanan ke pipiku. Karena penasaran, aku mengumpulkan segala keberanianku untuk melihat papan pengumuman. Di papan pengumuman tersebut, aku melihat kalimat bertuliskan: “FULL SCHOLARSHIP TO KING’S COLLEGE…-”

Nama yang tercantum di paling atas adalah……. Amirah Amalia…….. Bukan namaku. Yang kedua adalah………. Raisa Maharani………. Bukan juga namaku. Orang beruntung yang ketiga adalah…….. Aryo Santoso…… Namaku belum terlihat juga. Hal tersebut membuatku semakin takut, tapi aku terus menengok ke bawah. Yang ke-empat adalah…………….. Muhammad Rafi Rahardian………………. Deg-deg, nama yang terakhir adalah…………E……..El…….Elissa…. Vi…vi…Victoria?!

Apa maksudnya dengan Elissa Victoria? Apakah itu nama orang lain atau namaku yang salah ketik? Aku masih was-was.

Lalu seketika terlintas di hadapanku tulisan “FULL SCHOLARSHIP TO UNIVERSITY OF OXFORD: ELISSA…-”

“What?! Apa ini? Sungguhan? Ini aku atau siapa?” Pikirku dalam hati. Lalu aku membaca ulang tulisan tersebut secara seksama…

“FULL SCHOLARSHIP TO UNIVERSITY OF OXFORD: ELISSA VICTORY HOLMES”

Sayangnya, aku tidak mendapatkan beasiswa untuk berkuliah di King’s College……………………..

 

 

 

 

TAPI AKU JUSTRU DAPAT BEASISWA KE UNIVERSITY OF OXFORD, UNIVERSITAS YANG LEBIH BAIK LAGI DARI KING’S COLLEGE.

Aku, Mommy dan Daddy kaget bukan kepalang.

“Thank God… You’ve just got a miracle, El. We’re so proud of you,” ucap Mommy.

Akhirnya, hal yang sangat aku inginkan tercapai juga, yaitu kedua Orang Tuaku bangga terhadapku. Ya, mereka bangga, they’re proud of me. Sejak kecil, aku ingin sekali membanggakan Mommy dan Daddy sebagai balasan atas kasih sayang, cinta, dan segala perjuangan mereka yang tak terhitung. Walau aku tahu bahwa tidak ada balasan yang setimpal untuk hal tersebut.

“YES! YEAH! YOHOO! HIP HIP HORAAY!” Ucapku berteriak kegirangan sambil berjingkrak-jingkrak di atas kasurku. Setelah merasa puas (sekaligus capek), aku mengabari Kak Alissa via telepon. Kak Alissa juga rupanya sangat heran, tapi juga bahagia.

Akhirnya setelah perjuangan kerasku selama ini, aku dapat mencapai mimpi tertinggiku! Bulan depan, aku bisa berkuliah gratis di jurusan Mathematics Science. Lebihnya lagi, biaya hidup dan uang jajan ku sehari-hari di Inggris ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah. Bagaimana aku tidak senang?

Sekarang, aku sedang berkemas-kemas sambil mengucapkan selamat tinggal kepada teman-teman, Guru-Guru lamaku, dan kerabat-kerabatku via telepon. Aku yakin kelak aku akan merindukan mereka dan Indonesia. Tapi aku juga sudah tidak sabar untuk mendatangi negara yang sangat aku kagumi, United Kingdom!

“UK, I’M COMING !!!” Hatiku berteriak sambil menari-nari. “It’s my best day ever! Aku senang! Aku puas! Perjuanganku benar-benar paid off!” Ujarku dalam hati.

Petualangan Kami

Pada tanggal 8-10 Oktober 2014, SMPIT Aulady (sekolahku) mengadakan kemah internal untuk kelas 7, 8 & 9.

Untuk sampai ke perkemahan, kita naik mobil tronton dari sekolah ke Mega Mendung selama beberapa jam. Pengalaman pertama kali untukku naik tronton. Tronton inilah transportasi yang dipilih sekolah agar cukup tempat untuk kami dan barang-barang bawaan kami yang sangat banyak dan super duper berat.

Selama di perjalanan, kita sibuk mengobrol dan saling bercanda-tawa bersama kakak-kakak Pembina Pramuka dan teman-teman. Begitu sampai di Mega Mendung, kami langsung berjalan kaki sepanjang 7 KM ke Curug Panjang (lokasi perkemahan). Perjalanan yang menanjak dan penuh batuan tersebut dikenal sebagai long march. Sebenarnya kita tidak keberatan akan jaraknya, tapi akan barang-barang bawaan kami.

Regu Pramuka pertama yang sampai di Curug Panjang adalah regu putra kelasku (dalam waktu kurang-lebih 1,5 jam). Sedangkan regu yang sampai terakhir adalah regu putri adek kelasku. Regu terakhir tersebut hampir disangka menghilang, karena sampainya kurang-lebih 2,5 jam setelah regu pertama.

Di lokasi perkemahan, kita mendirikan tenda per-regu, memasak per-regu dan bermain banyak permainan per-regu (permainan-permainannya sangat seru, loh!) Kami juga diharusan untuk melompat ke air terjun dari ketinggian 1 meter lalu mengulangnya dari ketinggian 5 meter. Setelah itu, kami harus tiduran mengikuti arus di antara bebatuan di air terjun.

Di malam ke-2, kelas 7 & 8 mengadakan pentas seni, sedangan kelas 9 melaksanakan jurik malam (padahal kelasku, kelas 9, sudah bela-belain masuk di hari libur untuk latihan pentas seni).

Di jurik malam, kami berjalan memasuki hutan yang gelap gulita. Di dalam hutan, kami diberi nasihat panjang dan renungan. Lalu kami tidur sendiri-sendiri di sleeping bag dan beratapkan jas hujan ponco (solo bivak ; gambar terdapat di bawah post ini). Itupun jarak antar bivak sudah ditentukan oleh Pembina Pramuka. Salah satu bivak ada yang bolong-bolong, salah satu bivak ada yang kemasukan lintah, bahkan salah satu bivak ada yang kemasukan kalajengking

Di malam hari juga ada banyak kejadian horor. Kami juga bertemu dengan seekor kumbang biru yang super besar dan super berisik.

Meski kelas 9 adalah kelas terbadung, tapi kami adalah yang terkocak dan terkompak loh. Akhirnya regu terbaik putri adalah regu putri kelas 9 dan regu terbaik putra juga merupakan regu putra kelas 9.

Pulangnya, atas kebaikan bapak Kepala Sekolah tercinta, kami gak jalan kaki tapi naik angkot.

Ada 3 kemungkinan sih kenapa kita dibolehin naik angkot, yaitu:
1. Agar yang cowok gak telat sholat jum’at.
2. Karna Kepsek iba dengan kami yang udah kecapekkan dengan banyaknya kegiatan-kegiatan berat selama 3 hari 2 malam.
3. Agar gak ada alasan untuk bolos di hari senin.

Sesampainya di sekolah, kerasa banget panasnya. Karena di Curug Panjang itu super duper dingin, apalagi airnya.

180779_1806357405806_1446055222_31996739_3969796_n

“Kak Manda, ayo main lagi dengan Sophia!”

Cerita ini merupakan jilid ke-2 (lanjutan) dari cerita Farewell.

Setelah lulus kuliah S1, Alvin dan Olivia menikah, lalu membuat sebuah klinik. Selagi mereka sedang mengembangkan usaha klinik mereka, aku melanjutkan S2 di United Kingdom.

Kini aku tinggal di rumah lama Sophia. Akibat sudah lama tidak dihuni, rumahnya sudah kotor dan penuh debu. Setelah  2 hari ku habiskan untuk bersih-bersih, akhirnya rumah lama Sophia telah bersih kembali. Debunya ada lumayan banyak, jadi aku harus bekerja keras membersihkannya, sehingga keringatku tak kunjung berhenti bercucuran.

Setelah rumah bersih, kini saatnya aku untuk membersihkan badanku sendiri atau lebih tepatnya mandi. Ahhh, segarnya habis mandi. Seluruh penat, capek dan letihku telah lenyap.

Besok aku akan memulai S2 ku yang merupakan beasiswa penuh.
Sebaiknya, hari ini aku mulai berkenalan dan bersosialisasi dengan tetangga-tetangga baruku. Mungkin mereka yang tinggal di sekitar sini kebingungan, karena kedapatan seorang gadis tak dikenal yang tiba-tiba menempati rumah yang sudah tidak dihuni selama bertahun-tahun. Dan yang mereka tahu hanya sepasang Suami-Istri yang dulunya tinggal di sini telah meninggal dunia, sedangkan anaknya tidak diketahui kabarnya.

Begitu keluar dari rumah, ada seorang Ibu-Ibu yang datang menghampiriku, “Hi there. Nice to meet you. I’m Mrs. Johson and i live beside this house. May i know you?” “Nice to meet you too. I’m Amanda from Indonesia. I’m Sophia’s cousin. And since that i’m taking my postgraduate course here, i will be living here,” jawabku. “Sophia? Oh, i knew Sophia! Sophia was the little girl who ever lived here. So how’s Sophia doing? She’s fine, right?” Tanya Nyonya Johson. Pertanyaan tersebut sangat sulit ku jawab, tapi akhirnya terjawab juga. “No, she’s not,” jawabku. “What do you mean?” Nyonya Johnson kembali bertanya. “Blood cancer,” aku kembali menjawab. Dari situ, ku lihat Nyonya Johson tertegun bersama seorang anak lelaki yang datang tiba-tiba. “So-Sophia? Sophia got blood cancer?! Is she okay?” Tanya anak laki-laki tersebut. “She’s okay now… Because she’s in heaven already,” kataku dengan berat hati. Dengan mata kepalaku sendiri, aku melihat anak lelaki tersebut begitu syok dan langsung melarikan diri. “Oh my… Poor Sophia, she’s too young. She’s very kind and very smart! We all miss her presence,” ucap Nyonya Johnson iba. “Yeah, me too,” kataku sambil menghela nafas. “Honey!” Tiba-tiba terdengar suara berat dari kejauhan. “Sweet Heart! Meet Amanda from Indonesia, she’s Sophia’s cousin. And she will be living here from now on,” ucap Nyonya Johson kepada seorang lelaki bertubuh bidang. “Nice to meet you, Amanda. I’m Mr Josh Johnson, this is Mrs Sam Johnson, and the boy who just passed by here is Alexis Johnson. We’re The Johnson Family,” ucap pria tersebut sambil mengulurkan tangannya ke arahku. “Amanda Carissa. Nice to meet you too,” jawabku sambil bersalaman dengannya. “So where’s Sophia? You’re bringing her here, right?” Tanya Tn. Johnson. “Sophia is with her parents right now,” jawabku. “But Sophia’s parents are…-”, ucap Tn. Johnson. “Sophia got blood cancer,” jelas Nyonya Johnson. “Oww,” jawab Tn. Johnson singkat. Sepertinya ia berusaha untuk menyembunyikan syok yang ia rasakan. “By the way, Honey, Alex is crying at home now. Can you take care of him, please?” Ucap Tn. Johnson kepada Ny. Johnson. “Ok then. See you later, Amanda” kata Nyonya Johnson kepadaku. “Oh, wait! I’d like to introduce myself to the neighbourhood. Where are the others?” Kataku. “We have no neighbour here for years, sweetie. But we’re glad to have such a nice neighbour like you,” kata Nyonya Johnson.

“Ya ampun, sebegitu berhargakah Sophia di sini?” Kataku berbicara sendiri di dalam rumah. Hari sudah gelap, tapi aku masih mengingat bagaimana Tn. Johnson berkata bahwa Alex menangisi Sophia.

“Kruyuukk,” wah, sepertinya perutku sudah kelaparan. Aku ‘pun pergi ke dapur untuk mencari makan malam. Ohya! Bodohnya aku. Gak akan mungkin ada makanan di sini. Lagipula selama 2 hari ini ‘kan yang aku masak hanya makanan mentah yang ku bawa dari Indonesia.

Lalu aku ‘pun memutuskan untuk pergi ke toko terdekat. Setelah mengendarai sepedah selama kurang-lebih 15 menit, baru ku temui sebuah supermarket.

Ternyata tempat tinggal Sophia adalah pemukiman kecil yang berada di pedalaman. Di area sekitar supermarket, ku temui pemukiman ramai penduduk.

Setelah memborong lumayan banyak makanan, aku ‘pun pulang lalu memasak di rumah dan makan malam. Ya, setidaknya aku sudah punya stok makanan, jadi tidak usah bolak-balik super market setiap hari.

“Kringgg!” Alarmku berbunyi. Aku ‘pun bangun dan lekas mematikannya. Setelah itu, aku mandi, lalu sarapan.

Terkadang aku berangkat kuliah setelah sarapan, terkadang agak siangan, dan terkadang saat siang menjelang sore. Itu tergantung jadwal mata kuliah perharinya.

Bila tidak ada mata kuliah, biasanya aku bersantai-santai di rumah, sekedar bersih-bersih rumah, masak, mengurus laundry, membaca komik, membaca novel, mendengarkan musik, menyanyi-nyanyi, menonton, bermain game, ngemil, mengerjakan tugas, dan bermedia sosial. Terkadang juga aku mencari hiburan seperti pergi berbelanja di Mall, makan di luar atau menonton di bioskop -Mall, Kafe, Restoran & Bioskop yang ku kunjungi disini letaknya berdekatan dengan Kampusku-.

Sedangkan setiap libur panjang, aku pulang kampung ke Indonesia atau Orang Tuaku datang untuk berpariwisata mengelilingi London bersamaku.

Untuk sampai ke kampus, aku butuh naik sepedah ke stasiun kereta bawah tanah di sebelah supermarket, lalu naik kereta sampai ke stasiun yang berada di seberang kampusku.

Setelah satu hari yang melelahkan di kampus, aku pun pulang. Pulang-pulang, ku teguk segelas jus jeruk dari kulkas.

“Tingtong,” tiba-tiba bel rumah berbunyi. Ternyata Alex yang datang. Aku ‘pun mempersilahkannya untuk masuk. Lalu percakapan kita di ruang tamu, ‘pun dimulai…

Alexis: “Hmm. Hi, im Alexis.”
Amanda: “I’m Amanda. Nice to meet you.”
Alexis: “So, you’re Sophia’s cousin, right?”
Amanda: “Yup.”
Alexis: “What are the things that Sophia used to do in Indonesia?”
Amanda: “She attended school in Jakarta City, my place. Everyone in Indonesia like her. She’s very smart at school. I also love to play with her a lot.”
Alexis: “Thanks for being nice with Sophia. I have moral duty to you.”
Amanda: “Moral duty? You’re joking. I’m nice with Sophia because she’s nice to me.”
Alexis: “Well, then i’m apologizing for all her mistakes.”
Amanda: “She has no fault with me. Why are you so serious, kid? Is she your Girlfriend?”
Alexis: “Well, sort of… Err, maybe. Wait, what? Its not like i’m her Boyfriend.”
Amanda: “Oh, boy, just tell me that you love her. Do Sophia love you too?”
Alexis: “She did love me, but i don’t know if her feeling last.”
Amanda: “Her feeling to you is last forever.”
Alexis: “How do you know it?”
Amanda: “It must be. Well, why didn’t you ask Sophia to be your Girlfriend?”
Alexis: “I was too young that time.”
Amanda: “Oh yeah, you’re right. And how old are you?”
Alexis: “I’m 14 years old, a year older than Sophia.”
Amanda: “Oohhh. I’m 19 years old.”
Alexis: “19 years old and doing postgraduate course already?!”
Amanda: “I had acceleration class twice and passed my bachelor course with only three and a half year”
Alexis: “You’re a genius!”
Amanda: “Don’t mention it. By the way, can i just call you ‘Al’? ‘Alexis’ is kinda too long.”
Alexis: “Don’t! …Please, just, just don’t.”
Amanda: “Why?”
Alexis: “Only Sophia can call me that. You can call me Alex.”
Amanda: “Oops. I’m so sorry.”
Alexis: “No probs. Oh, i need to go now. Bye.”
Amanda: “Bye.”

Ya ampun, aku merasa bersalah banget sama Alex… Seakan-akan aku itu cuma pembawa kabar buruk ke Alex dan aku justru terus ngungkit-ngungkit masalah tentang Sophia. Alex deserve to be happy dan seharusnya aku ngebantuin Alex buat ngelupain Sophia.

“Kriingg!” Telepon genggamku berbunyi. Rupanya ada telepon dari Ayah dan Ibu. Mereka menanyakan kabarku sekaligus memberiku salam dari Olivia dan Alvin.

Setelah menutup telepon, kepalaku sakit… “Kak Manda… Kak, Kak Manda… Ini Sophia, Kak. Kak Manda masih inget sama Sophia, kan?” Terdengar suara Sophia di benakku. “Tidak, ini mustahil!” Kataku. “Kak Manda, ayo main lagi dengan Sophia!” Itulah kalimat yang terngiang-ngiang di otakku sampai belasan kali. A-apa yang ku pikirkan?! “Kak Manda, Sophia kangen sama Kak Manda. Ayo main dengan Sophia!”

“Tidakkkkkk! Sophia udah gak ada! Sadar, Manda, sadar!” Tanpa sadar, aku berteriak. Tiba-tiba Alex datang dan masuk ke rumahku terburu-buru. Alex menemukan diriku sudah terduduk di lantai.

“Al? Al, is that you?! Al, it’s me, Sophia! Al, can you hear me? I’m Sophia!” Suara Sophia kembali menghantuiku. “Wha-what is happening to you?” Tanya Alex kepadaku. Nampaknya ia sangat kebingungan. Dan sepertinya hanya aku yang dapat mendengar suara Sophia.

“Sophia, berhenti! Kau menakut-nakutiku!” Aku kembali berteriak. “Ma-maaf… Sophia cuma takut Kak Manda lupa sama aku,” jawab Sophia. “Bagaimana mungkin Kak Manda lupa! You’re my beloved sister!” Jawabku. “Kak, Sophia kangen banget sama semuanya. Tapi Sophia udah bahagia di sini sama Mommy dan Daddy. Ohya, Sophia bisa titip pesan, nggak? Tolong bilangin ke Al kalau aku masih sayang sama dia. Makasih, Kak. Dadah…,” itulah kata-kata terakhir Sophia sebelum suaranya menghilang.

“So-Sophia? Sophia? SOPHIAAAAAAAAAA!” Aku ‘pun menangis kencang, lalu seketika Alex memelukku dan menenangkanku. Walau hanya beberapa detik, tapi pelukannya sudah dapat memberikanku rasa rileks dan memberhentikan tangisanku.

“Alex, thanks so much… Sophia was here. She said that she still love you,” kataku kepada Alex. Setelah itu, pipi Alex berubah warna menjadi merah jambu. Sepertinya dia tersipu malu. Aww, manisnya…

“Namaku Tia”

“Kriing!” Bel tanda masuk kelas berbunyi. Tapi hari ini, kelas yang ku masuki bukanlah kelas yang biasa ku masuki.

“Haaiii! Aku Via Dewi, pindahan dari Solo. Inget, ya, Via bukan Tia! Jangan sampai ketuker sama kembaranku!” Samar-samar, terdengar suara seorang anak perempuan dari kelas sebelah.

Dan kini giliranku untuk berbicara di depan kelas, “Salam kenal. Namaku Tia Dewi, pindahan dari Solo. Aku kembarannya Via yang di kelas sebelah.”

Setelah memperkenalkan diri, aku pun menduduki sebuah kursi di tengah ruangan, lalu mengikuti kegiatan belajar-mengajar.

“Kriinng!” akhirnya yang ku tunggu-tunggu terdengar juga, yaitu bel istirahat. Begitu bel berbunyi menandakan selesainya pelajaran, aku beranjak keluar kelas, lalu menemui seseorang yang tidak lagi asing bagiku.

“Tiaaa! Hey, liat, deh, aku udah dapet temen, loh! Ini Lyli, ini Intan. Kamu udah dapet temen belum?” Tanya Via kepadaku saat lewat dan menghampiriku. “Belum,” balasku.

Bagiku, Lyli itu imut! Badannya mungil, rambutnya pendek, dan punya 2 lesung pipit. Sedangkan Intan adalah seorang perempuan jangkung yang tirus dan berambut panjang.

“Eh, liat, deh! Ada cewek cantik baru di Sekolah kita! Itu tuh yang kembar, Via & Tia. Hmm, tapi apa perasaanku aja ya? Kayanya lebih manis Via, hehe…”

Aku mendengar orang-orang di Kantin berbisik mengenai aku dan Via. Ya, mungkin karena kami kembar. Tapi aku tahu diri, aku sadar bahwa Via selalu lebih unggul tipis dariku, termasuk dalam hal kecantikan.

Hari demi hari terlewatkan. Setiap hari, ada saja yang mengira diriku sebagai Via. “Namaku Tia, bukan Via!” Itulah kata-kata yang ada di benakku sekarang.

Selain perbedaan fisik kami yang sangat tipis, Via lebih populer daripada aku. Baru masuk sebulan aja, sudah ada banyak cowok yang menaksirnya di sekolah. Tapi Via cuek akan hal itu, karena dia sudah punya Long Distance Relationship (hubungan jarak jauh) dengan seseorang di Solo.

Ohya, ngomong-ngomong, di sekolahku, setiap Murid harus mengikuti kegiatan klub di Sekolah. Aku dan Via mengikuti Klub Musik. Aku bisa bermain gitar sedangkan Via bisa bermain piano. Ku akui, Via memang ahli memain piano. Itulah sebabnya dia selalu dielu-elukan di klub musik. Tidak sepertiku yang bakatnya sudah terlalu “mainstream”.

Via is perfect. Nilai rata-rata rapornya selalu tertinggi di angkatan. Walaupun nilaiku adalah tertinggi kedua, tapi siapa yang peduli dengan si nomor dua?

Sampai suatu ketika aku berada di titik jenuh. Aku pun muak. It’s enough! I’m Tia, not Via! I knew Via and i are alike, but please don’t compare us. You all are too busy praising Via and forgetting about me. Please, please stop it right away. I’m sick with all these, it sucks!

Today, this Saturday, it’s me and Via’s sweet 17 birthday. Mama mengajak kami ke sebuah restoran kesukaan kami untuk menyantap kue pesanan Mama.

Oreo Ice Cream Cake, itulah kue kesukaanku dan Via yang sedang ku santap sekarang. Tapi sayangnya, tanpa menjelaskan alasannya, Via lebih memilih untuk menyendiri di kamarnya tanpa pergi menyantap kue lezat ini bersamaku.

Setelah kenyang, kami berjalan-jalan ke mall untuk membeli kado ulang tahunku dan Via.

Sepulangnya aku bertemu dengan Via yang sedang tertidur di kamar. Lalu ku temui hpnya masih dalam genggamannya saat tidur. Karena penasaran, aku lihatlah isi hpnya, yaitu chatnya dengan pacarnya, Niko namanya…

Niko: Happy birthday, Sweetie! Makin cantik, makin pinter, pokoknya makin++ All the best for you. Semoga semua wishesnya terkabul, amiin. Ohya, tunggu kiriman kado dariku, ya!
Via: Makasih, Niko! Makin sayang sama aku yaa
Niko: Siip. Ada yang mau kamu curhatin lagi gak masalah sekolahmu di sana?
Via: Well, i’m really famous here, you know. They says i’m Miss Perfect or The Queen Of Perfection. Hahaha i’m such a show off. Tapi… temen-temen sekelasku ya masih mojokin aku kayak biasa. Bahkan Lyli dan Intan yang selama ini ku anggap sahabat, mereka ternyata cuma ngegunain aku buat nyontek PR. Ngomong-ngomong, kamu juga harus fokus sekolah. Jangan sampai keganggu sama aku. Aku gak usah terlalu dikhawatirin. I’m fine. I’m strong.

Mataku berair. Setelah aku selesai membaca chatnya, tiba-tiba Via terbangun. Aku pun langsung menaruh hpnya. “Vi, sorry tadi gue baca chat lu sama Niko. Kalau lu ada masalah, cerita ke gue ya,” ucapku.

Aku tak menyangka akan apa yang terjadi pada Via. Padahal aku kira hidup Via sudah sempurna dan aku sangat iri kepadanya.

“Vi, stay strong ya. You’re not alone. I’m with you. Kalau butuh apa-apa bilang ke gue aja ya,” ucapku. “Thanks, Ti,” balas Via.

Cinta Dari Dunia Yang Terpisah

Sahabat, sekarang hari baru
Hari lainnya dimana kita bersama
Dimana kita bercanda-tawa bersama
Dan juga dimana kita bermain

Selamat pagi semuanya
Kita telah melewati banyak hal
Bersama kalian yang membuatku bahagia
Dan alasan mengapa ku bersedih

Tak dapat ku bedakan
Cinta kita abadi selamanya
Tapi, ada cinta kalian
Yang melebihi rasa sayang

Maafkan aku telah
Tenggelam dalam cinta
Yang sangat terlarang
Membuat kita berbeda

Persahabatan yang erat
Kini menjadi resah dan gelisah
Kukorbankan demi cinta
Cinta yang serumit ini

Tapi, apakah kita bisa?
Melewati bencana ini
Dengan pengorbanan sia-sia
Dan melupakan kenangan itu

Daratan yang ku cintai
Lautan yang ku sayangi
Mana yang akan kupilih?
Ku takkan sanggup

Kau bagaikan matahari
Yang membakar hatiku
Tubuhku terasa hangat
Saat kau berada di dekatku

Tapi, dia adalah lautku
Yang telah menyelamatkanku
Dengan senyuman indah
Yang bersinar terang

Di surgaku ini
Berbagai macam perasaan
Yang tersebar di kehidupanku
Seperti salju garam yang turun

Aku ingin bersamamu
Bebas menuju duniamu
Tapi dialah kehidupanku
Aku bernapas karenanya

Tanpanya aku tersesat
Dalam kegelapan yang sunyi
Mengiris batin dan jiwaku
Dengan meninggalkan jejak

Hatiku bergemetar
Cintaku diambang kematian
Yang dihisap oleh dewa
Dengan topan yang kuat

Kulupakan semua ingatanku
Dan membuat terdiam kaku
Di daratan yang luas
Disaat matahari bersinar

Aku telah pilih yang terbaik
Demi persahabatanku
Dan juga demi dunia ini
Akan kuterangkan jalanku

-Pengarang: Juvinka Trivici Putri & Amirah Amalia-