Pengaruh Kekurangan Air Terhadap Perkecambahan Kacang Hijau (Student Research – Science Paper – Amirah Amalia – SMP IT Aulady – 2014)

BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG MASALAH

Air merupakan salah satu zat terpenting bagi tanaman, khususnya dalam proses fotosintesis yang terdapat di sel kloroplas. Untuk menghasilkan makanan, tanaman atau tumbuhan perlu melakukan fotosintesis, dan air merupakan salah satu bahan dasar yang diperlukan dalam fotosintesis. Namun apabila tanaman kekurangan air, fotosintesis yang dilakukan tidak akan sempurna, sehingga tidak dapat menghasilkan makanan dengan kualitas dan kuantitas yang baik. Bila tanaman tidak memiliki makanan dengan kualitas yang baik, maka tanaman tersebut akan mengalami kekeringan yang membahayakan serta mengancam kelangsungan hidup tanaman. Begitu pula yang akan terjadi apabila tanaman kekurangan makanan dalam ukuran kuantitas. Secara kimiawi, air mengandung hidrogen dan oksigen yang diperlukan dalam kehidupan manusia, hewan dan tumbuhan.

Berikut ini adalah fungsi-fungsi air bagi tanaman:
1. Untuk melarutkan reaksi kimia.
2. Untuk mentransfer zat terlarut organik, maupun non organik.
3. Untuk berhidrasi.
4. Untuk menetralisasikan muatan pada molekul-molekul koloid.
5. Untuk memberikan turgor pada sel tanaman.
6. Untuk membantu pembesaran sel.
7. Untuk membantu struktur tanaman dalam penempatan daun.
8. Untuk memelihara struktur tanaman.
9. Untuk memudahkan fungsi katalis.
10. Sebagai bahan baku proses hidrolisa dan transpirasi.
11. Untuk mendinginkan permukaan tanaman.

Dalam proses perkecambahan, tanaman menggunakan air sebagai stimulus terjadinya proses imbibisi. Perkecambahan adalah proses dimana suatu kecambah keluar dari cangkang bijinya. Proses ini terjadi sebelum tanaman tumbuh, tepatnya saat masih mengambil nutrisi makanan dari biji, karena belum dapat memasak makanan sendiri (fotosintesis). Dan apabila tanaman telah menumbuhkan daun, maka ia sudah dapat melakukan fotosintesis, dan tidak lagi dinamakan kecambah.

Pada umumnya, kecambah sangat memerlukan air dengan jumlah yang sesuai. Apabila tanaman kekurangan air, maka akan terjadi banyak hal merugikan bagi tanaman tersebut. Sedangkan apabila tanaman kelebihan air, ia akan berhenti berkecambah (membusuk).

B. BATASAN MASALAH DAN RUMUSAN MASALAAH

1. Apakah jumlah air yang kurang mempengaruhi perkecambahan kacang hijau?
2. Apa saja pengaruh jumlah air terhadap pertumbuhan kecambah kacang hijau?
3. Berapakah takaran air yang tidak kurang untuk pertumbuhan kecambah kacang hijau?
4. Apa saja peran air terhadap perkecambahan kacang hijau?
5. Apa saja perbedaan antara kecambah kacang hijau yang berkecukupan air dan kekurangan air?
6. Apa saja dampak yang ditimbulkan bila kecambah kacang hijau kekurangan air?

C. HIPOTESA

Menurut dugaan awal (hipotesa) saya, diperkirakan bahwa tanaman yang kekurangan air, tidak akan tumbuh dan berkembang biak dengan baik. Dan batangnya juga tidak akan kuat, sehingga daunnya akan layu dan berwarna kekuningan.

D. TUJUAN DAN MANFAAT PENELITIAN

Berikut ini adalah hal-hal yang ingin dicapai setelah pelaksanaan penelitian:
1. Agar peneliti dan masyarakat dapat mengetahui pentingnya peran air bagi
perkecambahan.
2. Agar peneliti dan masyarakat dapat mengetahui pengaruh-pengaruh yang
terjadi pada kecambah yang kekurangan air.
3. Adapun manfaat penelitian ini bagi peneliti sendiri, yaitu agar
mendapatkan sertifikat penelitian yang merupakan salah satu syarat
kelulusan sekolah.
4. Juga, agar peneliti mendapatkan ilmu baru.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA DAN PENELITIAN
A. TINJAUAN PUSTAKA

Air merupakan bahan fotosintesis tanaman, tetapi jumlahnya yang digunakan untuk fotosintesis hanya 0,5% dari jumlah total. Kemudian 99% lainnya dipakai untuk proses transpirasi tanaman. Sedangkan jumlah sisanya, yaitu 0,5% digunakan untuk berhidrasi dan memperbaiki pemeliharaannya dalam pertumbuhan. Selama masa pertumbuhannya, tanaman membutuhkan air dalam jumlah yang tepat. Kebutuhan air bagi tanaman dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu: faktor jenis tanaman yang berdasarkan tipe dan perkembangannya, faktor kadar air tanah, serta faktor cuaca.

Berikut ini adalah peranan-peranan air bagi tanaman:
1. Untuk proses evapotranspirasi.
2. Untuk proses asimilasi.
3. Sebagai pengangkut unsur hara.
4. Sebagai pengatur tegangan sel.
5. Sebagai bagian dari tanaman, baik sebagai penyusun jaringan, maupun sebagai pembantu bahan-bahan dari penyusun jaringan tersebut.

Kekurangan air bagi tanaman, dapat menyebabkan terhambatnya proses fisiologis tanaman, bahkan dapat berhenti berjalan. Tanaman yang kekurangan air, akan menyebabkan kelayuan, hingga akhirnya mati. Hal tersebut disebabkan oleh jaringan-jaringannya yang tidak dapat berfungsi lagi dengan baik.

Tanaman dapat mengalami cekaman (kekurangan air). Hal ini terjadi jika kecepatan absorpsi pada proses transpirasi, tidak dapat mengimbangi kehilangan air.2 Air sangatlah penting bagi tanaman, karena kekurangan air menyebabkan kelayuan pada tanaman. Jadi, penting adanya irigasi yang baik, karena hal tersebut mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tanaman.

Air merupakan sarana dari reaksi-reaksi kimia yang terjadi pada tanaman. Tanaman hijau yang kekurangan air, akan melayu dan mati secara lambat laun. Air dapat menyuburkan tanaman, namun pemberian air harus sesuai dengan kadar yang diperlukan tanaman, tidak terlalu banyak dan tidak terlalu sedikit. Air dapat mempercepat proses perkecambahan dalam suatu biji. Kadar atau jumlah air yang diberikan, mempengaruhi tinggi kecambah, sehingga menimbulkan perbedaan pada proses perkecambahan dan tinggi dari masing-masing kecambah.

Berikut ini adalah fungsi-fungsi air bagi tanaman:
1. Untuk menentukan lajur fotosintesis.
2. Sebagai sarana terjadinya reaksi enzimatis.
3. Untuk membantu proses perkecambahan biji.
4. Untuk mempercepat proses perkecambahan biji.
5. Sebagai pelarut secara universal.
6. Untuk mengangkut unsur hara dan unsur fotosintesis.
7. Untuk melunakkan dan memecahkan kulit biji.
8. Untuk mengembangkan embrio dan endosperma.
9. Untuk menghentikan masa dormansi biji.
10. Untuk mengaktifkan sel hormon perkecambahan.
11. Untuk mengeluarkan zat-zat radikal.

Kehadiran air di dalam sel perkecambahan awal, mengaktifkan sejumlah hormon yang menurunkan kadar fitohormon asam absisat dan meningkatkan kadar giberelin. Selain itu, pemasukan air pada biji juga mengaktifkan enzim. Sedangkan bekerjanya enzim merupakan proses kimia.

Fungsi-fungsi air bagi tumbuhan adalah:
1. Untuk memberikan tekanan turgor pada dinding sel, sehingga sel dapat
membelah dan membesar.
2. Untuk merangsang terjadinya proses imbibisi, yaitu proses penyerapan air
oleh biji.
3. Sebagai bahan baku fotosintesis, sehingga tanaman dapat memproduksi
glukosa.
4. Untuk mengedarkan hasil-hasil fotosintesis (nutrisi) ke seluruh bagian
tumbuhan, agar tidak terjadi kekeringan yang diakibatkan oleh
kekurangan nutrisi.

Volume air yang berbeda, mempengaruhi perkecambahan tumbuhan kacang hijau. Semakin banyak air yang ia dapatkan, maka pertumbuhan dan perkembangan kecambah akan semakin cepat. Perkecambahan adalah munculnya plantula (tanaman kecil dari dalam biji). Proses perkecambahan melibatkan proses fisika (imbibisi) dan kimia (hormon dan enzim).

Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman, salah satunya adalah air. Air merupakan petunjuk utama dalam tumbuh kembang benih, dan juga faktor eksternal dari tumbuh kembang tanaman.

Berikut ini adalah fungsi-fungsinya bagi tanaman:
1. Untuk berfotosintesis.
2. Untuk mengaktifkan reaksi-reaksi enzim.
3. Untuk membantu biji dalam proses perkecambahan.
4. Untuk menjaga (mempertahankan) kelembapan.
5. Untuk proses transpirasi.
6. Untuk meningkatkan tekanan turgor, sehingga merangsang
pembelahan sel.
7. Untuk menghilangkan asam absisat.

Perkecambahan (germination) merupakan tahap awal dari perkembangan suatu tumbuhan, khususnya pada tumbuhan berbiji. Dalam tahap ini, embrio berkondisi dorman yang terletak di dalam biji, mengalami sejumlah perubahan fisiologis. Hal tersebut menyebabkannya berkembang menjadi tumbuhan muda. Tumbuhan muda ini dikenal sebagai kecambah. Perkecambahan diawali dengan penyerapan air dari lingkungan sekitar biji, baik tanah, udara (dalam bentuk embun maupun uap air) maupun media lainnya. Perubahan yang perlu diamati adalah membesarnya ukuran biji, yang disebut tahap imbibisi (berarti ‘minum’). Proses absorpsi pada tanaman, menyebabkan pembesaran ukuran biji, pembesaran sel-sel embrio dan pelunakan biji. Proses ini bersifat murni fisik.

Kacang hijau adalah sejenis tanaman budidaya dan palawija, yang dikenal luas di daerah tropis. Kacang hijau juga termasuk ke dalam suku polong-polongan (Fabacea).
Berikut ini adalah hal-hal yang dibutuhkan tanaman dari air:
1. Untuk menentukan laju fotosintesis.
2. Sebagai sarana terjadinya reaksi enzimatis.
3. Sebagai pelarut secara universal.
4. Sebagai pengangkut unsur hara dan hasil fotosintesis.
5. Untuk mempercepat proses perkecambahan.
Berikut adalah proses-proses perkecambahan yang memerlukan bantuan air:
1. Proses pemasukan air kedalam biji.
2. Proses pelunakan kulit biji.
3. Proses perkembangan embrio dan endosperma.

Peran air sangatlah penting bagi tumbuhan. Kekurangan atau kelebihan air pada tumbuhan, secara langsung ataupun tidak langsung, akan menimbulkan konsekuensi berupa pengaruh terhadap semua proses metaboliknya. Sehingga, dapat menurunkan kualitas dan/atau kuantitas pada pertumbuhan tanaman.
Tanaman membutuhkan nutrisi untuk bertahan hidup. Nutrisi untuk tanaman, kebanyakan berasal dari zat garam yang terlarut dalam air. Zat garam dibutuhkan dalam pertumbuhan tanaman yang sehat. Sedangkan, air dibutuhkan dalam fotosintesis dan proses-proses lainnya. Selama fotosintesis, makanan diproduksi untuk menghasilkan energi bagi tanaman.
B. PENELITIAN
Penelitian kali ini bersifat praktikum, dan dijalankan berdasarkan ketentuan-ketentuan sepengetahuan situs Wikipedia, peneliti, dan Guru Pembina Penelitian sekaligus Guru Sains. Observasi yang dilakukan, tidak mencakup proses fotosintesis.
I. Alat dan bahan

a. Dua biji kacang hijau (Phaseolus Radiatus L/Mungo/Mungbean/Green
Gain/Green Bean/Golden Grawn/biji tanaman tauge pendek) yang tidak
busuk dan berwarna hijau muda (yang berarti masih segar dan sehat).
b. Tiga buah gelas plastik.
c. Sejumlah air bersih.
d. Sebuah pipet.
e. Sebuah cutter.
f. Sebuah kotak sepatu.
g. Kapas kering dalam jumlah secukupnya.
h. Sebuah spidol permanen.

II. Langkah Kerja

a. Masukkan air pada salah satu gelas plastik, lalu taruh dua biji kacang
hijau dan tunggu selama delapan jam.
b. Setelah direndam selama delapan jam, keluarkan biji dari gelas plastik,
dan buang airnya.
c. Dengan menggunakan cutter, buatlah beberapa lubang pada dasar gelas
plastik lainnya.
d. Taruh sejumlah kapas pada dasar gelas plastik yang telah dilubangi.
e. Taruh satu biji kacang hijau diatas kapas pada masing-masing gelas.
f. Dengan menggunakan spidol, tulislah huruf A pada gelas pertama dan
huruf B pada gelas kedua (gelas yang sudah dilubangi).
g. Taruh kedua gelas plastik di dalam kotak sepatu, sebagai sarana
pertumbuhan yang optimal bagi kecambah, yaitu tempat yang
gelap dan lembap.
h. Pada pagi hari, beri setetes air pada masing-masing biji, dengan
menggunakan pipet.
i. Pada sore hari, beri empat tetes air pada biji di gelas A, dan setetes air
pada biji di gelas B, dengan menggunakan pipet.

III. Data

Berikut ini adalah tabel dari hasil penelitian. Dengan keterangan bahwa Tanaman A adalah tanaman yang berair cukup (control water), dan Tanaman B adalah tanaman yang kekurangan air (water shortage).

Hari pertama
Tanaman A Pengeluaran cabang kecil.
Tanaman B Pengeluaran cabang sekecil Tanaman A.
Hari kedua
Tanaman A Pengupasan dari sebagian kulit kacang.
Tanaman B Pengupasan dari sebagian kecil kulit kacang, pembekuan (mejadi kaku) dan penghitaman (pembusukan) cabang.
Hari ketiga
Tanaman A Pengembungan dan pemanjangan cabang. Cabang juga menempel di dasar wadah. Sedangkan, kapasnya menguning.
Tanaman B Tidak ada perubahan dari hari sebelumnya.
Hari ke-empat
Tanaman A Mengalami perkembangan dan pertumbuhan cabang, serta kapasnya menghijau.
Tanaman B Tidak ada perubahan dari hari sebelumnya.
Hari kelima
Tanaman A Pengembungan cabang.
Tanaman B Tidak ada perubahan dari hari sebelumnya.

IV. Analisis Data
Berdasarkan hasil penelitian dari tabel di atas, telah terbukti bahwa proses perkecambahan sangatlah memerlukan air dalam jumlah yang cukup. Adapun kecambah tauge yang kekurangan air, akan mengalami kegagalan dalam pertumbuhannya dan membusuk. Pada awalnya, biji kecambah yang kekurangan air, tumbuh selayaknya berkecukupan air. Tapi pada tahap selanjutnya, kulit biji yang harusnya terbuka, justru menjadi kaku dan terkupas, lalu menghitam (membusuk). Lain halnya dengan kecambah berkecukupan air, yang terlihat terus tumbuh. Kapas di tempat kecambah berkecukupan air, berubah warna menjadi hijau. Sedangkan kapas di tempat perkecambahan yang kekurangan air, justru berubah warna menjadi kuning. Pada tahap-tahap berikutnya, kecambah tauge yang kekurangan air, tidak mengalami perkembangan sama sekali atau bisa dikatakan sel-selnya mati. Hasil dari penelitian ini membuktikan bahwa air mempengaruhi proses perkecambahan, yaitu kecambah memerlukan air bersih dalam jumlah lima tetes perharinya. Dan bila kecambah kekurangan air, maka dia tidak akan bisa tumbuh dengan semestinya.
BAB III
PENUTUP

A. KESIMPULAN

Berdasarkan penelitian yang telah dilaksanakan, dapat disimpulkan bahwa:
1. Proses perkecambahan dapat berlangsung dengan lima tetes air bersih
perhari.
2. Air sangat mempengaruhi proses perkecambahan. Kecambah yang
kekurangan air, akan mengalami pembusukan.
3. Akan terjadi kegagalan proses perkecambahan pada kacang hijau
yang kekurangan air.
4. Air merupakan salah satu peran terpenting dalam proses pekecambahan
kacang hijau.
5. Perkecambahan kacang hijau yang kekurangan air, memiliki banyak
perbedaan dengan perkecambahan kacang hijau yang berkecukupan air.

B. SARAN

Dalam observasi perkecambahan tanaman tauge, disarankan agar lebih teliti dan sabar, khususnya pada proses perendaman biji dan dalam masalah waktu. Juga jagalah objek observasi dengan baik, agar tidak disalah gunakan oleh orang lain. Dan jangan lupa untuk mengambil foto dari objek-objek penelitian anda pada setiap momen. Karena kekurangan foto adalah hal yang sangat disayangkan, dan dapat membuang-buang kesempatan besar untuk mendapat nilai lebih. Janganlah takut untuk mengambil foto terlalu banyak, karena foto yang terlalu banyak masih dapat dikurangi. Sedangkan kekurangan foto dari objek yang telah tidak ada, tidak dapat ditambah-tambah (dicukupkan) lagi.

DAFTAR PUSTAKA

http://doc-bukanbasabasi.blogspot.com/2013/04/pengaruh-air-terhadap-pertumbuhan.html (akun media sosial berupa blog milik Arman Ali, Mahasiswa jurusan agrobisnis akuntansi manajemen dengan nim P2211075|Situs ini dipost pada hari kamis, tanggal 04 April 2013).

http://bioplantlife.blogspot.com/p/faktor-faktor-pendukung-tumbuhan.html (akun media sosial berupa blog milik Andraini, Riesya, Roqib, Iwenda, Talitha, Dinda, dan Faid).

http://answers.yahoo.com/question/index?qid=20121211042542AAeYErMhttp://nisaliebealle.blogspot.com/2013/09/makalah-pengaruh-cahaya-dan-air_11.html (akun media sosial berupa surat elektronik yahoo milih Nisa Liebealle).

http://litaleonie.blogspot.com/2013/08/pengaruh-air-terhadap-pertumbuhan-biji.html (akun media sosial berupa blog milik Lita Leonie Tirta Putri|Situs ini dipost pada hari minggu, tanggal 18 Agustus 2013).

http://ayucm.blogspot.com/2011/09/pengaruh-air-terhadap-pertumbuhan.html (akun media sosial berupa blog milik Ayu C M, seorang perempuan yang berlokasi di Depok, Jawa Barat|Situs ini dipost pada hari kamis, tanggal 22 September 2011).

http://nisaliebealle.blogspot.com/2013/09/makalah-pengaruh-cahaya-dan-air_11.html (akun media sosial berupa blog milik Chairunnisa Tanjung|Situs ini dipost pada hari rabu, tanggal 11 September 2013).

http://pekerjaanrumah8.blogspot.com/2013/09/laporan-penelitian-tentang-pengaruh-air.html (akun media sosial berupa blog milik Gani Nur P, Enggal Fadli P, Fraya Aditya P, Heikal Syah Alam, Riski Hiodayat S P, Riza Prasetyo P, dan Galih Tri Cahyono yang merupakan Siswa-Siswi SMAN 5 Kediri kelas XII IPA 1).

http://mimosapudica07.blogspot.com/2012/07/pengaruh-air-terhadap-perkecambahan.html (akun media sosial berupa blog milik Mimosapudica yang berlokasi di Cianjur, Indonesia|Situs ini dipost pada hari selasa, tanggal 24 Juli 2012).

http://kliknurul.blogspot.com/2013/10/pengaruh-volume-penyiraman-terhadap.html (akun media sosial berupa blog milik Nurul Hidayah yang berlokasi di Pasuruan, Jawa Timur).

Buku Science Matter volume B (diterbitkan oleh: Marshall Cavendish Education pada tahun 2013|Disusun oleh: Joan Fong, Lam Peng Kwan, Eric Lam, Christine Lee dan Loo Poh Lim).

Update!

Hey, guys! Gue mau minta maaf blog ini udah berapa bulan ga kepegang dan ga keurus wkwk. Buat gantinya, bakal ada banyakk cerita baru lainnya yang menanti, jadi mohon kesabarannya ya, ditunggu aja ^-^ Sebenernya gue berenti ngepost waktu itu tuh karena kehabisan ide dan ini mumpung liburan, pikiran lagi dilanda banyak imajinasi dan ide-ide baru jadi tunggu aja ya~ Btw tadi gue abis baca-baca post gue di web ini dari post paling pertama pas gue masih sd sampai post terakhir dan gue nemuin post-post lama superrr aneh gajelas absurd aaa asdghjklzxcvbnm. Gue sendiri malu bacanya wkwkw, udah gue hapus sih, semoga temen2 gue gabaca post2 itu ya wkwk, itu tuh semacam kayak ngeliat post-post lama di Facebook pas masih jaman abg alay n labil, mana grammar gue masih belepotan wkwk lolzz. Dont mind those post😉
Extra notes: Dont judge a book by it cover -> dont judge an author by her/his blog🙂 Thx

HAPPY NEW YEAR 2016 !!!

Hi, fellas! Just wanted to tell you a happy new year ^_^ I wish for your resolutions this year (and mine) also  your wishes for this year (and mine) will come true. Good luck and have an awesome year! Is it just me or 2015 end so fast?

Every year, i celebrate new year with my friends at the neighbourhood. Last night, on new year’s eve, me and my friends played fun games (treasure hunt, athletics & candies rain) and did a midnight picnic in the park of my housing. We bought sooo many snacks for the picnic, happy tummy happy life.

When we were kids, we used to play a lot of games all day long, everyday. But since we’re getting older, we’re getting busier, we only spend time together every new year eve. We all miss those super fun childhood memories :’) We also miss our old friends that moved out.

When we were younger, we used to play Benteng, Zombie, Galaksin, Pokemon, Fairytale, Angel & Demon, Donald Duck, Aligator, PolMal, roller blade, ghost and stuff, Nintendo DS, Soccer, cycling, dolls, make up, bricks, sand, dance, cards, fake Indonesia Got Talent, and so many more.

One of the most memorable moment is when we were playing Benteng… At that time, my whole team was catched by the opponet team except me. I was guarding my ‘benteng’ alone. Then a boy came running toward me. I was afraid, i spontantly scream and kicked him until he flew away. I didn’t even know i was that strong.

Aaand do you believe that i was tomboy? When i was younger, i hate dressing up girly. I like to climb walls, play with boys and do soccer. But i don’t played soccer anymore for a veryyyy long time and it looks like i can’t play it anymore. Also, i used to like doing hip-hop dance and shuffle. I still like to do crazy dances sometimes when i’m alone tehee.

Nana x Arka

Inilah lanjutan dari Cerbung (Cerita Bersambung) Nana Sayang Bunda & Nana Mau Nyusul Bunda. Enjoy reading~

Sehari setelah kejadian “Gantung” kemarin, aku dan Ayahku dipanggil oleh Guru BK. Hari ini, aku tidak belajar seperti biasa, melainkan berkonsultasi dengan Guru BK mengenai kejadian kemarin. Lalu setelah itu, aku izin pulang lebiih awal untuk pergi terapi berdasarkan saran Guru BK. Ya, aku merasa sedikit lebih baik setelah terapi. Semenjak itu, aku sudah tidak overthinking tentang Bunda lagi dan hidup normal seperti Siswi SMA lainnya.

Beberapa hari kemudian, di kelas saat jam istirahat, aku merasa bosan, lalu aku menengok ke kaca di sampingku. Dari situ, aku dapat melihat lapangan olahraga yang berada tidak jauh dari kelasku. Rupanya anak-anak laki-laki sedang bertanding futsal disana. Lalu tiba-tiba ada sesuatu yang memikat perhatianku. Aku melihat seorang pemain yang nampaknya tidak asing bagiku, aku merasa sepertinya aku pernah menemuinya. Ketika pertandingan usai, pemain tersebut melihat ke arahku dan ia semakin mendekat, membuatku kaget, ternyata… Kak Arka! Ya, itu Kak Arka yang waktu itu pernah menyelamatkanku. Kak Arka datang mengetuk jendela kelasku, lalu aku bukakan jendelanya…

Arka: “Hai! Kamu Nana, kan?”
Nana: “Ah, iya, Kak, aku Nana. Kakak yang waktu itu bantu aku kan? Makasih, ya, Kak.”
Arka: “Iya, sama-sama. Lain kali jangan gitu lagi, ya, bikin orang kaget aja tau.”
Nana: “Hahaha, iyaiyaa.”
Arka: “Kalau ada masalah, cerita aja ke Kakak. Siapa tau Kakak bisa bantu. Nih, kamu bisa SMS Kakak.” (memberikan sepucuk kertas bertuliskan nomor telepon)
Nana: “Oh, oke.”
Arka: “Kakak duluan, ya, masih ada urusan. Dahh!”
Nana: (melambaikan tangan)

aannd…. Bersambung. Maaf kalau terlalu pendek dan kurang memuaskan. Soalnya aku lagi gaada ide. Aku usahain untuk aku lanjutin secepatnya yaa. Baca terus post-post aku selanjutnya🙂

LDK PMR

Haii, semua! Maaf ya udah lama gak ngeposting lagi. Soalnya tugasku lagi numpuk nih😦 Ohiya, aku mau kasih tau kalian kalau aku baru aja jadi Siswi SMA loh hehehe, tepatnya di SMAN 7 Kota Tangerang Selatan. Jujur aku masih belum betah walau kata orang-orang masa-masa terindah itu saat SMA. Aku baru masuk SMA aja udah dapet banyak masalah😥 Aku udah nyaman banget di SMP IT Aulady tercinta❤ Kangennn! Tapi mungkin ini karena masih masa peralihan ya, belum terbiasa, lagipula hidup penuh perjuangan pasti ada aja masalah (asikk Lia sok bijak). Selain itu yang buat aku sedikit sulit beradaptasi disini adalah karena keadaan di Smanjul dan Aulady itu 180 derajat beda… Ya namanya biasa enak di swasta, tiba-tiba blek gak sadar udah di negeri.

Nah, selanjutnya, aku mau kasih tau kalau aku kemarin baru aja pulang dari LDKS (Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa) untuk ekstra kulikuler Palang Merah Remaja. Yap, aku jadi Anggota PMR loh sekarang

Selain ikut PMR, aku juga ikut English Club🙂

Oke, balik lagi ke topik utama, yaitu LDKS PMR. Jadi kita LDK itu selama 3 hari 2 malam, hari Jum’at-Minggu. Hari jum’atnya aku cuma belajar sampai jam istirahat pertama lalu dapet dispensasi untuk izin ikut LDKS PMR. Sejak istirahat pertama, para anggota PMR diperbolehkan untuk pulang siap-siap. Tapi aku gak pulang karena rumahku lumayan jauh dan persiapanku juga udah selesai. Jadi aku cukup ngadem di ruang UKS~ Lalu setelah semuanya kembali ke sekolah, kita sholat dzuhur, lalu dikasih semacam briefing lah ya, terus dibolehin jajan sambil nunggu mobil TNI nya datang :9 Habis itu, sorenya, kita berangkat ke Cigamea, Bogor. Begitu sampai, kita beres-beres, sholat ashar, istirahat, sholat maghrib, makan malam, free time, sholat isya, lalu tidur. Shubuhnya kita bangun untuk sholat shubuh, sarapan, lalu hiking ke Curug Pangeran. Jalanannya naik-turun, menyusuri pepohonan lebat dengan jalan yang sempit, berbatu, dan licin. Syukur-syukur ga jatuh karena banyak yang kepeleset loh. Setelah capek-capekan hiking, kita istirahat, sholat dzuhur, makan siang, lalu mandi (karena cuacanya super duper dingin, kita jarang mandi hihihi, itupun mandinya siang-siang. Walau ga enak sih kalau ga mandi, tapi abis mandi langsung segerrr). Setelah itu, kita bermain games berkelompok lalu diberi materi dasar kepalang merahan. Setelah itu, kita sholat ashar, free time, sholat maghrib, makan malam, lalu api unggun dan tampil perkelompok. Setelah acara api  unggun, kita sholat isya lalu tidur. Di tengah malam yang dinginnya keterlaluan, kita dibangunin lalu pindah tempat tidur dari tenda ke aula karena gerimis. Tadinya kita udah takut tuh mau diadain jurik malam tapi katanya sih gak jadi karena hujan. Lalu paginya kita senam, packing buat pulang, sarapan, foto-foto, lalu pulang deh.

Dari acara LDK PMR yang sebenarnya sama sekali ga seperti LDK pada umumnya yang senioritas, harus disiplin miiliter, dll, aku jadi menambah pengalaman, wawasan, dan banyak teman baru yang baik banget dan ramah-ramah yeayy.

LONDON, I’M COMING! (Or will i?)

UN TELAH HABIS!~ UN TELAH HABIS!~ HORE HOREE!~ *pake nada Sherina – Libur Telah Tiba*
Hellooww telat banget gue ngepost nya. Ok Lia ok kita ke main topic.

Jadi gue punya sebuah cerpen a.k.a cerita pendek (pake a.k.a biar kayak anak gawl). Dibaca yaaa, enjoy reading! Free virtual kisses for my beloved visitors 💋💋 (siapa tau ada yang jomblo #ciaaaa)

Di hari yang mendung, aku terlentang di atas kasur merah mudaku. Sambil mendengarkan lagu, aku melakukan percakapan dengan Kakakku yang sedang berada nun jauh di sana. Melalui media sosial, aku masih dapat berkomunikasi dengannya, Alissa namanya.

Alissa, Kakakku, merupakan seorang Fotografer. Sebagai Fotografer, dia sering berkeliling dunia untuk mengambil potret-potret indah dari seluruh dunia. Sekarang, dia sedang berada di Jepang, Harajuku tepatnya.

Sedikit ku ceritakan tentang keluargaku… Daddy merupakan orang asli Bugis. Sedangkan Mommy merupakan orang campuran, yaitu Bugis-British. Sedangkan aku merupakan Anak Bungsu dari 2 bersaudara. Aku memiliki seorang Kakak Perempuan, yaitu Alissa Ratu Holmes. Seharusnya aku memiliki 3 Adik Kembar, yaitu Josh, Joseph, dan Joshua. Mereka merupakan Triplets yang meninggal dalam kandungan Mommy, setahun yang lalu. Padahal aku suka membayangkan bagaimana rumahku akan menjadi ramai dan aku dapat bermain-main dengan 3 orang Adik imut. Meski begitu, beberapa Temanku berkata bahwa itu merupakan suatu keberuntungan. Lalu mereka bercerita tentang keluhan-keluhan mereka terhadap Adiknya.

Pagi ini, Kak Alissa baru saja mengirimkanku beberapa foto hasil potretannya. Di Harajuku, kebanyakan orang berpakaian aneh. Ada yang berpakaian seperti boneka, berpakaian ala Anak Punk, berpakaian serba gothic, berpakaian seperti tokoh-tokoh anime (cosplay), dan masih banyak lagi. Di foto-foto milik Kak Alissa, mereka terlihat bagaikan model tanpa bayaran yang sangat unik. Lalu disaat aku sedang asyik melihat-lihat foto-foto karya Kak Alissa… “ELISSA VICTORY HOLMES!” terdengar seseorang memanggilku dengan nada yang melengking tinggi. Karena aku sudah mengenali suaranya, aku bergegas keluar dari kamar, lari menuruni tangga, dan menghampiri Mommy yang sedang berada di depan kamarnya. “What were you doing? Its 6:30 AM already and you haven’t got ready yet?!” ujar Mommy jengkel. “Get ready for what?” jawabku. “IT’S REGISTRATION DAY!” jawab Mommy kembali membentakku. Setelah itu, aku bergegas mandi pagi dengan super cepat, lalu memakai kemeja berwarna ungu-biru dengan celana jeans, dan pergi ke Kantor United Kingdom Ambassador (Kedutaan Besar Inggris) dengan diantar Mommy menggunakan mobil.

Ya, Tuhan, kenapa aku bisa lupa begini? Aku benar-benar lupa kalau hari adalah hari pendaftaran sekaligus hari tes untuk mendapatkan Full Scholarship (beasiswa penuh) ke King’s College, beasiswa yang sangat aku damba-dambakan. Padahal itu sudah menjadi rencana hidupku sejak aku duduk di bangku SMP. Karena aku lupa, Mommy jadi ‘kumat’. Biasanya kalau Mommy sedang marah, dia pasti mengomeliku dengan bahasa British yang sangat faseh sambil menyebut-nyebut nama lengkapku.

Akhirnya, kami sampai tujuan juga. Aku lega, sangat lega, karena pada akhirnya Mommy menghentikan omelannya yang panjang lebar dan seringkali ia ulang kata-katanya.
Sesampainya di UK Ambassador, Mommy menarik tanganku dan kami berlarian masuk. Di dalam kantor besar serba putih dan bertemakan classic, aku ‘pun mengikuti daftar ulang, lalu mengerjakan 500 soal.

Sekarang, otakku terasa seperti terbakar. Aaah, aku bosan dengan soal-soal! Hari sudah sore dan aku mulai merasa suntuk. Sambil terkadang mencuri-curi pandang untuk melirik beberapa foto tentang Kerajaan Inggris yang tertempel di dinding ruangan, aku terus berjuang mengerjakan soal-soal sebisaku. Aku terus berjuang demi impian dan cita-citaku.

Setelah detik-detik, demi menit, hingga beberapa jam berlalu, akhirnya waktu selesai dan Petugas datang mengambil lembar jawaban kami. Fiuhh, capeknya. Aku juga sudah pegal duduk terus di sini. Setelah itu, Daddy menjemputku. Daddy berkata bahwa Mommy sedang berbelanja, sehingga tidak dapat menjemputku.

Di jalan pulang, Kak Alissa mengajakku untuk bervideo call. Lalu aku mengiyakan ajakannya dan kami bervideo call. Bukan hanya Kak Alissa yang wajahnya terdapat di layar poselku sekarang, tapi juga seorang lelaki tampan bernama Johnatan, Pacarnya Kak Alissa. Setiap kali aku melihat Kak Alissa dengan Kak John, aku merasa agak iri. Karena sampai sekarang juga, aku belum pernah sekali ‘pun berpacaran. Jatuh cinta saja tidak pernah. Mungkin aku pantas disebut ‘Buta Cinta’.

Beberapa lama kemudian, aku dan Daddy sampai di rumah. Lalu aku mematikan video callnya. Sesampainya di dalam rumah, rupanya Mommy juga sudah sampai di rumah. Lalu Mommy memberikanku sepotong kue Red Velvet kesukaanku, sebagai apresiasi dari keberanianku untuk mengikuti tes yang amat sulit.

Aku yakin bahwa Mommy dan Daddy akan merasa sangat bangga apabila aku termasuk 5 orang yang mendapatkan beasiswa ke London, dari 2.934 orang yang mendaftar. Sejak lama, aku memang memimpikan hal tersebut. Bagaimana aku akan tinggal di London dengan biaya yang sepenuhnya ditanggung oleh Keluarga Kerajaan Inggris.

Sejak hari itu, aku terus gelisah akan hasil tes yang telah aku laksanakan. Aku takut bagaimana nanti aku akan terbebani rasa malu apabila aku tidak mendapatkan beasiswa tersebut. Karena sejujurnya, aku sudah memamerkan hal tersebut ke beberapa Teman-Teman terdekatku.

3 minggu telah berlalu. Hari ini merupakan hari ke-21 yang dijanji-janjikan akan diumumkan hasil tes tersebut. Hatiku menjadi semakin dag-dig-dug. Jantungku berdegup kencang. Keringat ‘pun mulai mengalir dari pelipis kanan ke pipiku. Karena penasaran, aku memaksakan diriku untuk mengumpulkan segala keberanianku untuk melihat papan pengumuman. Di papan pengumuman tersebut, aku melihat kalimat bertuliskan: These are the people that get full scholarship to King’s College, London. Nama yang tercantum di paling atas adalah……. Amirah Amalia…….. Bukan namaku. Yang kedua adalah………. Raisa Maharani………. Bukan juga namaku. Orang beruntung yang ketiga adalah…….. Aryo Santoso…… Namaku belum terlihat juga. Hal tersebut membuatku semakin takut, tapi aku terus menengok ke bawah. Yang ke-empat adalah…………….. Muhammad Rafi Rahardian………………. Deg-deg, nama yang terakhir adalah…………E……..El…….Elissa…. Vi…vi…Victoria?! Apa maksudnya dengan Victoria? Apakah itu nama orang lain atau namaku yang salah ketik? Aku masih was-was.
Lalu seketika terlintas di hadapanku tulisan: Got reccomendation to registrate for scholarship to Oxford University, London…… Elissa Victory Holmes. “Wait, what?” ucapku dalam hati. Aku masih tercengung sambil memelototi tulisan tersebut. Lalu aku baca ulang kalimat tersebut perlahan-lahan……….. “Got reccomendation to registrate for scholarship to Oxford University, London: Elissa Victory Holmes.” Sayangnya, aku tidak mendapatkan beasiswa untuk berkuliah di King’s College…………………….. TAPI AKU JUSTRU DAPAT REKOMENDASI KE OXFORD UNIVERSITY, UNIVERSITAS YANG LEBIH BAIK LAGI DARI KING’S COLLEGE. Aku, Mommy dan Daddy kaget bukan kepalang.

Di hari itu juga, aku daftar untuk Full Scholarship to Oxford University. Aku pikir aku harus kembali menguras otakku, tapi ternyata tidak. Aku hanya cukup daftar sebagai tanda aku menerima tawaran tersebut. Jadi aku masuk ke Oxford University TANPA TES.
“Thank God… You’ve just got a miracle, El. We’re so proud of you,” ucap Mommy.

Akhirnya, hal yang sangat aku inginkan tercapai juga, yaitu kedua Orang Tuaku bangga terhadapku. Ya, mereka bangga, they’re proud of me. Sejak kecil, aku ingin sekali membanggakan Mommy dan Daddy sebagai balasan atas kasih sayang, cinta, dan segala perjuangan mereka yang tak terhitung. Walau aku tahu bahwa tidak ada balasan yang setimpal untuk hal tersebut.

“YES! YEAH! YOHOO! HIP HIP HORAAY!” ucapku berteriak kegirangan sambil berjingkrak-jingkrak di atas kasurku. Setelah merasa puas (sekaligus capek), aku mengabari Kak Alissa via telepon. Kak Alissa juga rupanya sangat heran, tapi juga bahagia.

Akhirnya setelah perjuangan kerasku selama ini, aku dapat mencapai mimpi tertinggiku! Bulan depan, aku bisa berkuliah gratis di jurusan Mathematics Science. Lebihnya lagi, biaya hidupku sehari-hari di London, Inggris ditanggung sepenuhnya oleh Pemerintah Republik Indonesia, Negaraku tercinta. Aku bahkan mendapatkan uang jajan! Bagaimana aku tidak senang?

Sekarang, aku sedang berkemas-kemas sambil mengucapkan selamat tinggal kepada Teman-Teman, Guru-Guru lamaku, dan Kerabat-Kerabatku via SMS. Aku yakin kelak aku akan merindukan mereka dan Indonesia. Tapi aku juga sudah tidak sabar untuk mendatangi Negara yang sangat aku kagumi, United Kingdom! “LONDON, I’M COMING !!!” hatiku berteriak sambil menari-nari. “It’s my best day ever! Aku senang! Aku puas! Perjuanganku benar-benar paid off!,” ujarku dalam hati.

P.S: Maaf isi blog aku gaje.
P.S.S: Kalau anda menemukan nama saya di dalam cerpen ini, mohon sebutkan “Amiin.”

Dongeng Lucy (Drama 30 Menit)

Prolog: “Pada suatu masa, hiduplah seorang wanita bernama Elsa yang sangat cantik. Akan tetapi, ia memiliki watak yang jahat. Ia selalu berusaha dengan segala cara untuk mendapatkan apa yang ia inginkan. Ia juga mempunyai sebuah cermin ajaib . Cermin tersebut akan menunjukan segala hal yang menghalangi kekuasaannya. Selain itu, ia mempunyai seorang Asisten  yang bernama Servantat. Servantat  juga memiliki watak yang jahat. Pada suatu hari, Elsa yang biasa memanggil dirinya sendiri dengan sebutan ‘Putri’ sedang bercermin…”

Elsa: “Wahai, cermin ajaib! Tunjukanlah kepadaku siapakah orang yang paling cantik di dunia ini!”

Cermin: “Anda, Tuan Putri.”

Elsa: “Siapakah orang yang paling kuat di dunia ini?”

Cermin: “Anda, Tuan Putri.”

Elsa: “Siapakah orang yang paling hebat di dunia ini?”

Cermin: “Anda, Tuan Putri.”

Elsa: “HAHAHA! Lalu siapakah orang yang paling pantas menikah dengan Budi Anduk?”

Cermin: “Anda. Andalah yang terpantas, Tuan Putri.”

Elsa: “APA?!”

Cermin: “Ma-maksud saya…  Yang pasti bukan anda. Namun, ada seorang wanita yang dapat menghancurkan keistimewaan anda jika Tuan Putri tidak melenyapkannya.”

Elsa: “HAH, SIAPA DIA?!”

Cermin: “Namanya Lucy, Tuan Putri *3C – Putri Impian*. Ia berasal dari kalangan bangsawan terkenal yang berparas cantik dan baik hati.”

Elsa: “Yang benar saja! Jangan kurang ajar, ya! Cuma saya yang pantas dibilang cantik!”

Cermin: “Benar, Putri. Ia merupakan Anaknya Ratu Flow.”

Prolog: “Karena kesal,  Elsa ‘pun mulai menyusun rencana untuk menyiksa Lucy. Mula-mula, ia menyuruh Servantat untuk membunuh Ibu Lucy yang bernama Ratu Flow, dengan cara memberikannya racun.”

Elsa: “Servantat!”

Servantat: “Iya, Tuan Putri.”

Elsa: “Ini! Buatlah sebuah makanan menggunakan racun ini lalu jual lah ke Ratu Flow, Ratu di kota sebelah. Untuk menjualnya, berpura-puralah menjadi orang miskin agar Ratu Flow merasa kasihan dan ingin membelinya. Cepat kerjakan!”

Servantat: “Baik, Tuan Putri.” (lalu pergi)

Prolog: “Sedangkan di dalam Istana yang terletak di kota sebelah, kota sono, noh *nunjuk* terdapat seorang Ratu bernama Flow yang sedang berbincang-bincang kepada anak satu-satunya, yaitu Putri Lucy.”

Flow: “Lucy, Anakku, hari ini, Ibu akan memberi tahumu mengenai Ayahmu.”

Lucy: “Baik, Bu. Aku memang penasaran mengenai Ayahku.”

Flow: “Ayahmu telah meninggal sebelum kamu lahir. Ia meninggal karena ia menderita sebuah penyakit aneh selama 7  tahun. Sedangkan kalung ini berasal dari Nenek Buyutmu. Sekarang, Ibu serahkan ini kepadamu. Jaga kalung ini baik-baik. Kalung ini akan membantumu jika kamu dalam kesulitan dan jika Ibu tidak bisa membantumu lagi.”

Lucy: “Baik, Ibu. Lucy akan mengingat hal itu. Lucy pamit pergi dulu. Ada acara yang harus Lucy hadiri.” (salim ke Flow lalu pergi)

Lucy: “Assalamu’alaikum.”

Flow: “Wa’alaikum Salam.”

Prolog: “Beberapa saat setelah Lucy pergi, datanglah Servantat. Servantat menyamar sebagai penjual makanan, dan dalam makanannya terdapat racun dari Elsa.”

Servantat: “Toktoktok. Permisi, Bu” (mengetuk pintu sambil membawa cupcake)

Flow: “Iya. Ada apa, ya?”

Servantat: “Tolong saya, Bu. Anak saya sedang sakit dan saya harus membelikannya obat, tapi saya tidak mempunyai uang untuk membeli obat yang sekarang sangat mahal-mahal.”

Flow: “Wah, kasihan sekali. Sebentar, ya. (mengambil uang) Ini, ambilah dan belilah obat untuk anakmu.”

Servantat: “Maaf, Ratu, saya tidak bisa menerima uang anda begitu saja. Akan tetapi, saya akan merasa senang jika anda tidak keberatan untuk membeli cupcake buatan saya ini.”

Flow: “Baiklah, saya beli. Sepertinya enak.”

Servantat: “Terima kasih, Ratu. Silahkan cupcakenya.” (tukeran cupcake & uang dengan Flow)

Prolog: “Lalu Ratu Flow ‘pun langsung melahap cupcake yang ia beli dari Servantat. Ia makan cupcake tersebut di depan Servantat. Saat asyik melahapnya, tiba-tiba Ratu Flow merasa kesakitan di bagian lehernya, dan Ratu Flow ‘pun tergeletak tak berdaya di depan Servantat.”

Servantat: “HAHAHAHAHAHA! Tugasku di sini sudah selesai!”

Prolog: “Tidak lama setelah itu, datanglah Lucy, lalu Servantat ‘pun kabur. Sedangkan Lucy melihat Ibunya tergeletak di lantai.”

Lucy: “Ibu?! Ibu kenapa, Bu? Buuu, bangun! Bu, bangun!”

Prolog: “Servantat yang kabur, pergi kembali ke rumah Elsa, dan di rumah Elsa…”

Elsa: “HAHAHAHA! Kerja yang bagus!”

Servantat: “Apakah ada yang bisa saya bantu lagi, Tuan Putri?”

Elsa: “Hhhmm, selanjutnya adalah…asdfghjkl” )berbisik)

Prolog: “Setelah menyusun sebuah rencana jahat lainnya, Elsa dan Servantat segera berkemas kemas dan pergi ke Rumah Lucy. Sesampainya di Rumah Lucy…”

Elsa & Servantat: “Toktoktok.” (mengetuk pintu sambil membawa ransel)

Lucy: “Hhhm, ada perlu apa?”

Elsa: “Wah, Lucy sudah terlihat sangat dewasa. Ohya, kami turut berduka cita atas meninggalnya Tante Flow.”

Lucy: “Maaf, kalian siapa, ya?”

Servantat: “Aku adalah Servantat dan ini Elsa. Kami adalah Anak dari Adiknya Ayahmu. Sebagai Kakak Sepupumu, kami akan merawatmu di sini  mulai hari ini.”

Lucy: (Wajah terkejut sekaligus bingung)

Elsa: “Iya, Sayang. Bisakah kau tolong bawakan tas-tas kami? Kami sangat kelelahan.”

Lucy: “Duh, berat banget,sih…” (membawa ransel Elsa & Servantat)

Elsa: “Eh, tunggu!”

Lucy: “Ada apa?”

Elsa: “Hhhm, sepertinya kamu kurang cocok mengenakan baju itu. Ini lebih pantas! Hihihi.” (melempar baju lusuh ke Lucy)

Servantat: “Ohya, di manakah kita akan tidur malam ini?”

Lucy: “Maaf, di sini hanya ada dua kamar. Satu kamarku dan satu kamar Ibuku.”

Elsa: “Kamar seorang Ratu, ya? Hhmm, boleh juga. Baiklah aku akan tidur di sana malam ini.”

Lucy: “Tapi, Kak…”

Elsa: “Gak pake tapi-tapi-an! segera rapihkan kamar baruku dan kamarmu. Biarkanlah Servantat tidur di kamarmu.”

Lucy: “Maaf, Kak. Tapi ‘kan Kakak di sini sebagai Tamu, kok kurang sopan?”

Elsa: “Heh, pake nantang-nantang segala lagi. Udah, gak usah buat masalah sama aku. Kerjain aja apa yang aku bilangin, cepetan!”

Lucy: “Lalu aku tidur di mana?”

Elsa: “Mana kakak pikirin. Di dapur kek, ruang tamu kek, terserahlah.”

Prolog: “Setelah itu, Lucy yang kesal ‘pun mencoba untuk menahan amarahnya. Lalu ia pergi ke kamarnya untuk merapihkannya. Namun di kamar, Lucy justru menangis terisak-isak.”

Lucy: “Ibuuu. Ibu harusnya jangan tinggalin Lucy, Bu. Lucy bisa apa? Ibuuu…” (nangis lalu pake baju lusuh)

Prolog: “Sedangkan di waktu yang sama, di halaman belakang Istana Kerajaan Laucentra…”

Laucentra: “Brian, Anakku…”

Brian: “Ya, Ayah, ada apa?”

Laucentra: “Besok, engkau akan berulang tahun. Ayah mau kamu bersenang-senang di hari ulang tahunmu. Untuk itu, Ayah berencana untuk membuatkan sebuah perayaan khusus untukmu berupa Pesta Dansa.”

Brian: “Pesta Dansa? Wah, terima kasih, Ayah!”

Laucentra: “Tapi Ayah akan mengundang seluruh Rakyat kita ke Pesta Dansa tersebut, termasuk para gadis. Apakah kamu setuju?”

Brian: “Asalkan engkau senang, aku mau. Tidak akan ada perintah Ayah yang tidak aku setujui.”

Laucentra: “Lagipula, di umurmu yang matang ini, sebaiknya kamu segera mencari seorang perempuan untuk dijadikan pendamping hidupmu. Maka dengan itu, relakah kau jika Ayah menjodohkanmu di pesta dansa tersebut? Ayah yakin bahwa pilihan Ayah tidak akan mengecewakanmu.”

Brian: “Baiklah, Ayah. Aku percayakan hal ini kepadamu.”

Prolog: “Pada malam harinya di rumah Lucy…”

Elsa:  “Lucyyyy! Mana makan malamnya?”

Lucy:  “Ini makanannya. Maaf telat, Kak.” (membawa 3 piring)

Servantat: “Maaf, maaf! Tiada maaf bagimu!”

Prolog: “Lucy ‘pun pergi mengambil minum. Sedangkan Servantat & Elsa menghabiskan seluruh makanannya dalam sekejap.”

Servantat: “Alhamdulillah. Kenyaaang.”

Lucy: “Lah, kakak menghabiskannya? Lalu aku makan apa?” (membawa gelas)

Elsa: “Kamu ‘kan bisa membuatnya lagi.”

Lucy: “Tapi semua bahan makanan sudah habis.”

Servantat: “Yaudah, beli aja sana!”

Prolog: “Setelah itu, Elsa & Servantat pergi meninggalkan Lucy yang sendirian di hari ulang tahunnya yang ke-21.”

Lucy: “Ya Tuhan, mengapa ini semua terjadi kepadaku? Mengapa semua orang yang ku sayang pergi meninggalkanku dan justru datang orang-orang yang menyiksaku? Aku salah apa? Tuhan, bantulah aku.” *Gita Gutawa – Ayah Dengarlah*

Prolog: “Tiba-tiba, munculah seorang Ibu Peri.”

Ibu Peri: “Triiiingg!”

Lucy: “Wah, Siapa kamu?!”

Peri: “Aku adalah Ibu Peri dari kalungmu. Janganlah bersedih, Lucy. Aku akan membantumu.”

Prolog: “Ibu Peri tersebut membawa sebuah kue ulang tahun.”

Peri: “Ini untukmu dari mereka yang di atas. Ingat, mereka masih menyayangimu dan masih mengingat hari ulang tahunmu.” (memberi cupcake dengan lilin)

Lucy: “Wah, sepertinya enak! Terima kasih, Ayah, Ibu dan Peri…”

Lucy: “Lah, mana Perinya?” (peri hilang)

Prolog: “Keesokan harinya…”

-Laucentra mengetuk pintu, lalu Lucy membukakan pintu-

Laucentra: “Hai, Lucy. Kau sudah terlihat sangat dewasa.”

Lucy: “Raja Laucentra?!”

Elsa: “Siapa dia?” (berbisik kepada Lucy)

Lucy: “Keluarga jauhku.”

Laucentra: “Kemarin Pelayan saya berkata Ratu Flow telah meninggal. Apakah itu benar?”

Lucy: “Benar…”

Laucentra: “Aku turut berduka cita atas hal tersebut. Ohya, maukah kau datang ke Pesta Dansa nanti malam sebagai acara ulang tahun Putraku, Pangeran Brian?”

Lucy: “Wah, aku sangat mau!”

Laucentra: “Baiklah, ini undangannya. Kami akan menunggumu. Sampai jumpa.” (memberi undangan)

Lucy: “Ya. Terima kasih, Raja.”

Laucentra: “Sama-sama.” (pergi)

Prolog: “Di sore harinya…”

Elsa: “Lucyyy! Ambilkan tasku!”

Lucy: “ Baik, Kak!” (pergi mengambil tas jinjing & sepatu dan melepas baju lusuh)

Servantat: “Lucyyyy! Ambilkan sepatuku!”

Elsa: “Heh, hanya aku di sini yang boleh meneriakinya!”

Servantat: “Ma-maaf, Putri Elsa…”

Prolog: “Beberapa saat setelah itu…”

Lucy: “Kak Elsa, ini tasnya, dan ini sepatu Kak Servantat. Ayo berangkat! Aku sudah siap.”

Elsa: “Apa-apaan kamu?! Tidak ada yang membolehkankamu untuk pergi. Sudah, sana cuci piring!” (pergi sambil membawa undangan pesta dan topeng)

Prolog: “Lalu Elsa ‘pun pergi dengan Servantat, dan munculah Ibu Peri.”

Lucy: “Ibu Peri?! Ku mohon, Ibu Peri, bantu aku!” *Cherry Belle – Dilema*

Peri:  “Tenanglah, Lucy, tenang. Pergilah ke Pesta Dansa tersebut. Kupastikan Elsa & Servantat tidak akan mengenalimu.” (nyihir Lucy pake tongkat ajaib)

Lucy: “Terima kasih, Ibu Peri!”

Prolog: “Di Kerajaan Laucentra, orang-orang sudah ramai berkumpul. Semua orang sibuk mengobrol sambil mengenakan topeng mereka masing-masing. Karena di pesta ulang tahun Pangeran Brian kali ini, semua orang diharuskan untuk memakai topeng. Dan di tengah-tengah riuh-ramai pesta, Raja Laucentra mulai berpidato…”

Laucentra: “Ekhem! Harap tenang, harap tenang. Ya, para tamu undangan sekalian yang sedang berbahagia. Saya, Raja Laucentra berdiri di sini selaku Penyelenggara Acara. Pertama-tama, saya ingin mengucapkan terima kasih atas kehadiran anda sekalian. Yang kedua, saya ingin memberi tahu para tamu undangan sekalian bahwa acara ini sengaja saya rancang sebagai perayaan ulang tahun Putraku, yaitu Pangeran Brian. Dikarenakan oleh kelajangan Pangeran Brian, aku harap kalian, para gadis tidak malu untuk berkenalan dengannya atau sekedar membuat percakapan ringan. Sekian, terima kasih.”

Prolog: “Setelah selesai menyampaikan pidato singkatnya, Raja Laucentra sibuk mencari-cari keberadaan Lucy yang tidak kunjung kelihatan batang hidungnya. Lalu, di pintu gerbang kerajaan, Lucy datang bersama Ibu Peri.” (Lucy & Ibu Peri datang mengenakan topeng)

Satpam: “Hey, stop! Tunjukkan kartu undangan kalian.” (mencegat Lucy & Ibu Peri)

Ibu Peri: “U-undangan?”

Lucy: “Oh, tidak! Kartu undanganku ada di Kak Elsa!”

Satpam: “Maaf, yang tidak membawa undangan tidak diperkenankan untuk mengikuti pesta.”

Laucentra: “Hey, bebaskan dia! Dia adalah tamu istimewaku.” (datang tiba-tiba)

Satpam: “Ba-baik, Raja…”

Prolog: “Raja Laucentra ‘pun mempersilahkan Lucy untuk masuk ke dalam Istananya. Sedangkan Ibu Peri seketika menghilang secara misterius. Di dalam istana, kegaduhan seakan terhenti begitu Raja Laucentra masuk dengan membawa seorang gadis bergaun indah yang memakai topeng. Semua perhatian tertuju pada sang gadis, Lucy.”

Laucentra: “Brian, perkenalkanlah, ini Lucy. Dialah yang kelak akan menjadi Permaisurimu.” (menghiraukan & menyenggol Elsa agar pergi)

Lucy: “Hai, salam kenal.” (melepas topeng)

Prolog: “Obrolan ringan antara Lucy dan Brian ‘pun dimulai sesaat setelah Lucy melepas topengnya. Ketika Lucy melepas topengnya, seluruh orang yang berada di ruangan dansa menatapnya terkagum-kagum karena kecantikan yang ia miliki.”

Laucentra: “Baiklah, Ayah pergi dulu. Kalian tetaplah di sini, biar Ayah tinggal kalian untuk mengobrol terlebih dahulu.”

Brian: “Ya, Ayah.”

-Brian mengobrol dengan Lucy-

Elsa: “Servantat.”

Servantat: “Ada apa, Tuan Putri?”

Elsa:  “Lihat itu. Aku iri dengan wanita itu. Arrgh, pisahkan mereka!”

Servantat:  “Maaf. Permisi, Tuan. Raja Laucentra memanggil anda.” (datang ke Brian & Lucy)

Brian: “Benarkah?”

Servantat: “Ya.”

Brian: “Baiklah, Lucy. Aku pergi dulu. Senang berjumpa denganmu.” (meninggalkan Lucy)

Lucy: “Ya, aku juga senang berjumpa denganmu.”

-Elsa menghampiri Lucy-

Elsa: “Hai. Sepertinya kita pernah bertemu.”(memandang-mandang Lucy)

Lucy: “Eh, ehmm. Kota ini ‘kan sempit, mungkin kita pernah bertemu di jalan. Permisi, saya pergi duluan.” (pergi menghindari Elsa)

Prolog: “Setelah itu, Lucy pulang ke rumahnya lebih awal agar tidak diketahui oleh Elsa & Servantat. Di rumah, Lucy sibuk memikirkan mengenai pengalaman indahnya sampai-sampai ia tertidur. Tidak lama kemudian, Elsa & Servantat ‘pun pulang.”

Elsa: “Sebentar, mengapa Lucy mirip dengan gadis yang tadi? Hmmm… Oh, tidak! Dia memakai kalung permata laut, kalung ajaib itu?!”

-Elsa berusaha untuk mengambil kalungnya, lalu tiba-tiba Lucy terbangun-

Lucy: “Ada apa, Kak?”

Elsa: “Ti-tidak, tidak ada apa-apa.” (pergi sambil bergerutu)

Prolog: “Keesokan harinya…”

Elsa: “Lucyyyyy!”

Lucy: “Ada apa, Kak?” (teriak dari kejauhan)

Elsa: “Cepat ke sini!”

Lucy: “Iya. Ada apa, Kak?” (menghampiri elsa)

Elsa: “Ini. Cuci baju-bajuku dan baju-bajunya Servantat! Ingat! Kamu harus mencucinya dengan tangan dan harus bersih! Tidak boleh menggunakan mesin cuci! Sudah, sana cepat pergi!”

Lucy: “Baik, kak, saya pergi dulu.”

Elsa: “Servantat, ada apa dengan Lucy? Mengapa dia tersenyum-senyum?”

Servantat: “Apakah mungkin karena Lucy ingin menemui Brian di Taman Cinta nanti sore?”

Elsa: “APA, KOK BISA?!”

Servantat: “Kalau kata orang-orang yang semalam menghadiri pesta ulang tahun Brian, sih, Brian jatuh cinta sejak pandangan pertama dengan Lucy.” (Gray lewat)

Elsa: “Aarggh, sial! Hey!”

Gray: “Saya?”

Elsa: “Iya. Kemarilah!” (dihampiri Gray)

Elsa: “Saya dengar kamu menyukai Lucy. Apakah itu benar?”

Gray: (hanya menundukan kepala dan tersenyum)

Elsa: “Apakah kamu tahu bahwa Lucy sedang dekat dengan Brian?”

Gray: (kaget sekaligus sedih)

Elsa: “Wah, kebetulan sekali. Aku punya informasi penting untukmu. Sore nanti, Lucy akan pergi menemui Brian di Taman Cinta. Jika kamu ingin menggagalkan kencan mereka, segeralah pergi sungai.”

Gray: “Ke sungai? Bukannya ke Taman Cinta?”

Elsa: “Lucy sedang mencuci baju di sungai.”

Gray: “Mencuci baju? Ada apa dengan Lucy? Tidak biasanya dia mencuci baju, apalagi di sungai.”

Elsa: “Sudah, sana ke sungai aja cepetan!”

Gray: “Ba-baik! Terima kasih, Nona atas infonya!”

(Lucy sedang mencuci baju di sungai)

Gray: “Hai, Lucy. Apa kabar?”

Lucy: “Baik.”

Prolog: “Lucy selesai mencuci baju.”

Lucy: “Aku pulang duluan, ya.”

Gray: “Kenapa kamu buru-buru sekali?”(mencoba mencegah Lucy untuk pergi)

Lucy: “Ada sesuatu yang harus aku lakukan.”

Prolog: “Tidak ingin Lucy untuk pergi, Gray ‘pun berpura-pura sakit perut.”

Gray: “Adududuh, perutku sakit.”

Lucy: “Kamu kenapa?”

Gray: “Tolong, dong, perutku sakit banget, nih.”

Prolog: “Setelah itu, Lucy pergi memulangkan Gray. Sedangkan di depan gerbang Istana Keluarga Laucentra…”

Laucetra: “Brian, tunggu! Mau kemana kamu?”

Brian: “Ada hal yang harus aku lakukan, Ayah.”

Laucetra: “Kamu tidak boleh pergi!”

Brian: “Kenapa?”

Laucetra: “Karena ada seorang Tamu Kerajaan yang mendesak untuk menemuimu.”

Brian: “Aaahh, ayolah, Yah. Plissss ini sangat penting dan aku hampir telat.”

-Elsa datang-

Elsa: “Hai, Brian.”

Laucentra: “Nah, ini dia orang yang ingin menemuimu.”

Brian: “Aku mau pergi.” (menghiraukan kedatangan Elsa)

Elsa: “Berhenti! Kamu tidak boleh pergi!”

Brian: “Kok kamu jadi ngatur-ngatur aku, sih?!”

Elsa: “Apa kamu bilang? Aaargh!” (mau membunuh Brian)

Laucentra: “ELSA, APA YANG INGIN KAMU LAKUKAN?!”

Elsa: “HUUHH!” (menyerang Laucentra)

Brian: “AYAHHHHH! Berani-beraninya kauu. Akan ku bunuh kau, Elsa!”

Elsa: “Cih. Servantat!!!!!!!”

Servantat: “Iya, Tuan Putri. Ada perlu apa?”

Elsa: “Cepat bunuh lelaki yang kurang ajar itu!”

Prolog: “Terjadilah pertarungan di antara Servantat dan Brian. Tapi pada akhirnya, Servantat ‘pun terbunuh. Lalu di saat Brian ingin membunuh Elsa, lewatlah Gray.”

Elsa: “Gray, bunuh dia! Jangan biarkan dia hidup atau kau tidak akan mendapatkan Lucy!”

Gray: “Akan ku bunuh kau! Tidak peduli siapa dirimu!”

Prolog: “Disaat Gray dan Brian sedang berada dalam pertaturangan yang amat sengit, Lucy ‘pun datang.”

Lucy: “GRAY, BERHENTI!”

Gray: “Lucy?” *Matta – Ketahuan*

Lucy: “Ada apa ini?”

Brian: “Lucy, tolong aku! Pria ini ingin membunuhku.”

Lucy: “Gray, apakah itu benar? Kok kamu tiba-tiba jadi kejam begini, sih? Kamu bilang kamu sakit perut, eh, sekarang malah mau membunuh orang. Ada apa denganmu, Gray, sampai-sampai berbohong kepadaku? Mengapa kamu tidak mau bercerita kepadaku? Padahal kita ‘kan sudah berteman sejak kecil.”

Gray: “Lucy… A-aku menyayangimu. Aku tidak mau kamu jatuh ke pelukan Brian.”

Lucy: “Aku juga menyayangimu, tapi hanya sebagai Sahabat. Maafkan aku. Cinta tidak dapat dipaksakan.”

Elsa: “Gray, cepat bunuh Brian! Kalau tidak, akan ku bunuh kau!”

Lucy: “Lewati aku dulu jika ingin membunuhnya!”

Gray: “Maafkan aku, Lucy.” (bunuh diri)

Lucy: “Gray!!!!”

Gray: “Inilah yang terbaik…” (berbicara saat sekarat lalu meninggal)

Elsa: “Dasar bodoh! Begitu saja tidak bisa! Payah!”

Lucy: “Elsa, kejamnya kau! Dasar tidak punya hati! Kamu tidak pantas hidup!”

Prolog: “Mendengar perkataan Lucy, Elsa ‘pun marah dan mencoba untuk membunuh Lucy.”

Elsa: “Apa kamu bilang? Kamu lantang ya sekarang sama aku? Rasakanlah pedang ini sebagai hukumannya!” (menyerang Lucy)

Brian: “Lucyyyyy! Lucy, bangunlah, ku mohon bangunlah! Aku tidak mau kehilanganmu!”

Lucy: “Brian…”

Brian: “Dasar tidak tahu diri! Akan ku bunuh kau, Elsa!”(mengambil pedang)

-Elsa membunuh Brian dari belakang-

Lucy: “Brian…”

Elsa: “HAHAHAHAHAHA! RASAIN TUH!”

-Peri muncul-

Peri: “Triiing. Lucy, fokuslah! Kamu pasti bisa! Demi semua orang yang kamu cintai!”  (ngebangunin Lucy)

Elsa: “Apa, kamu masih bisa bangun?!”

Lucy: “RASAKAN INI!”

-Lucy membunuh Elsa lalu menghampiri Brian-

Lucy: “Brian…” (nangis)

Peri: “Tenanglah, Lucy! Aku akan membantumu. Aku akan menukarkan nyawaku dengan Brian.”

Lucy: “Hah?”

Peri: “Kamu telah melewati banyak masalah dan kehilangan orang-orang yang kamu cintai. Aku tidak mau hal tersebut menimpamu lagi.”

Lucy: “Baiklah, Ibu Peri. Terima kasih.”

Prolog: “Lalu, seketika Ibu Peri menghilang dan Brian ‘pun hidup kembali.”

Lucy: “Brian! Syukurlah kamu baik-baik saja.”

Brian: “Lucy… Terima kasih sudah menolongku.”

Lucy: “Tidak, justru kamu yang menolongku.”

Brian: “Tapi kamu yang membangunkanku, ‘kan?”

Lucy: “Bukan aku, tapi Ibu Pe…”

Brian: “Ibu? Ibu siapa?”

Lucy: “Sudahlah, ceritanya panjang. Kamu juga tidak akan percaya. Kalaupun percaya, kemungkinan besarnya kamu tidak akan mengerti.”

Brian: “Hah? Apa yang kamu maksud?”

Lucy: “Sudahlah, ayo pergi.” (pergi bersama Brian)

Prolog: “Tanpa disadari, kalung Lucy terjatuh tepat di samping Elsa yang sedang sakaratul maut. Lalu Elsa ‘pun mencoba untuk mengambil kalung tersebut. Setelah ia mendapatkannya, Elsa ‘pun mengenakan kalungnya dan seketika ia sehat kembali.”

Elsa: “HAHAHAHAHA! DASAR CEROBOH! Tunggulah pembalasanku, Lucy!”

Prolog: “Ke-esokan harinya di depan pintu gerbang Istana Keluarga Laucentra…”

Lucy: “Brian, aku pulang dulu, ya. Aku ingin berkemas-kemas terlebih dahulu.”

Brian: “Baiklah, Lucy. Tapi setelah itu, kamu jadi tinggal di Istanaku, ‘kan?”

Lucy: “Ya, tentu.” (pergi)

Prolog: “Tidak lama setelah Lucy pergi, datanglah Elsa yang mengenakan kalung permata laut. Dengan kekuatan mistis dari kalung tersebut, Brian seketika jatuh cinta dan tergila-gila kepada Elsa.”

Brian: “ELSA?! Ya ampun, Elsa, kamu terlihat sangat cantik, bagai bidadari… Ohya, sudikah kau jika ku ajak dirimu untuk tinggal bersamaku di Istanaku yang megah ini?”

Elsa: “Dengan senang hati, Pangeran.” (Lucy datang membawa ransel)

Lucy: “ELSA?! Bukankah kau sudah wafat?”

Brian: “Hey, Lucy, jaga mulutmu! Ingat, ya, secepat aku diangkat menjadi Raja, secepat itu juga Elsa akan diangkat menjadi Ratu. Jadi sebaiknya kamu bersikap sopanlah kepada Calon Ratumu!”

Lucy: “APA?! Gak mungkin, pasti ada yang gak beres. Sebentar, kalungku! Hey, kamu mencuri kalungku!”

Elsa: “Lucy-ku sayang yang amat ku cintai, kenapa kamu bisa berkata seperti itu? Tidak baik loh menuduh-nuduh orang.”

Brian: “Dengar itu!”

Lucy : “Brian, kok kamu justru membela Elsa, sih? Kak Elsa juga. Kenapa Kakak tiba-tiba jadi sok baik begini? Kakak kesambet apaan?”

Brian: “Hey, Gembel! Pergi saja sana! Jangan ganggu kami lagi! Aduduh, aku kebelet nih. Daahh.”  (pergi)

Elsa : “HAHAHAHA! Kamu dengar sendiri ‘kan apa yang Brian katakan kepadamu? Apa yang dikatakan oleh seseorang yang amat kamu cintai, seseorang yang selangkah lagi bisa menjadi pasangan hidupmu. Sudahlah, menyerah saja. Kalung ini sudah ada di genggamanku dan tidak mungkin kau akan mendapatkannya kembali. Ohya, dan ingatlah pesan calon pasangan hidupku, hormatilah Calon Ratumu ini, HAHAHAHA!”

Lucy: “Huuuh, cerewet kamu! Kembalikan saja kalungku!”

Elsa: “Kalungmu? Enak saja, ini sudah menjadi kalungku!”

Laucentra: “Berhenti, kalian!” (datang dengan badan terluka-luka akibat Elsa)

Lucy & Elsa: “RAJA LAUCENTRA?!”

Laucentra: “Elsa, aku ingin bicara kepadamu.”

Elsa: “I-iya. Ada apa, Tuan Raja?”

Laucentra: “Berani-beraninya kau menghipnotis anakku, dasar tidak tahu diri!”

Brian: “Elsa, aku sudah mendengar semuanya. Ternyata kamu…” (datang tiba-tiba)

Elsa: “Brian?! Ti-tidak, Brian. Apa yang kamu dengar itu salah. Percayalah padaku, sayang. Aku bisa menjelaskannya.”

Brian: “Apa?! Apa yang ingin kamu jelaskan? Coba sebutkan sekarang!”

Elsa: “A-anu, itu…”

Laucentra: “Sebutkan sekarang juga, cepat!”

Elsa: “ARGGH!” (membunuh Brian)

Lucy: “BRIANNN!”

Laucentra: “Brian, Brian anakku…”

Elsa: “Tidak usah bersedih, Lucy. Karena kamu juga akan segera menyusul Brian. HAHAHAHA!”  (membunuh Lucy)

Laucentra: “Lucy?!”

Elsa: “HAHAHA, SEMUA PARASIT TELAH AKU MUSNAHKAN! Hahaha, mereka musnah… Sebentar, mereka musnah, ya, mereka musnah. Lalu kepada siapakah aku akan menggantungkan hidupku? Oh, tidak! Apa yang telah ku perbuat?! Hahaha, bodohnya aku, aku dapat hidup tanpa mereka.”

Prolog: “Setelah puas, Elsa ‘pun pulang kembali ke rumah Lucy dan meninggalkan Laucentra.”

Elsa: “LUCYYYY, AKU LAAAAparr… Ohya, perempuan bodoh itu sudah tiada. Hhmm… Servantat! Servantat! Aargh, kemana dia? SERVANTATTTTT! Hahaha, ohya, dia juga sudah tidak ada. Lalu, lalu, aku dengan siapa? Aargh! Aku sudah dapat menguasai seluruh negeri ini, tapi untuk apa aku meguasainya? Kalung ajaib, tolong aku! Hey, kalung ajaib, tolong aku! Me-mengapa aku jadi berbicara kepada kalung? Aargh, dasar kalung brengsek! -menjatuhkan kalung-. Aku sama siapa sekarang? Oh, tidak, aku baru sadar, aku menyesal, sepertinya aku yang brengsek. Apakah hatiku sebusuk itu?”

Laucentra: “Sekarang kamu menyesal, kan? Ini semua salahmu.” *Cakra Khan – Setelah Kau Tiada*

Ustadz: “Tuh, ‘kan. Ingatlah, sebelum mengerjakan sesuatu, pikir dulu 2x. Kalo sudah meyesal kayak begini ‘kan gak bisa diapa-apain lagi. Kita sebagai manusia butuh bantuan orang lain, jadi jangan sombong dulu dan sok bisa segalanya. Dan juga, jangan menipu orang lain, mengkhianati orang lain ataupun ikut serta dalam kejahatan kalau gak mau kena batunya, sama jangan mengambil barang orang lain, dan kalau diamanahkan untuk menjaga sesuatu, jagalah baik-baik.”

Prolog: “Baiklah, sekian drama dari kelompok kami. Bila ada kesalahan, kami mohon maaf.”

All: “Wassalamu’alaikum, Wr Wb.”

Pakaian
Prolog: bebas.
Cermin: bebas.
Satpam: kaos hitam & celana panjang hitam.
Lucy: gaun dan membawa pakaian lusuh.
Elsa: gaun.
Gray: bebas.
Ibu Peri: gaun.
Raja Laucentra: jas.
Brian: jas.
Ratu Flow: gaun.
Servantat: bebas.
Ustadz: bebas.

Properti
2 buah pedang mainan (untuk perang berganti-gantian).
4 buah mahkota (untuk Raja, Ratu, Brian & Lucy).
Sebuah tas jinjing (milik Elsa yang diambili Lucy)
Sepasang sepatu (milik Servantat yang diambilin Lucy).
Sebuah tongkat ajaib (milik Ibu Peri).
Sebuah cermin besar (benda ajaib milik Elsa;bisa dibuat dari sterofom yang tengahnya dibolongi).
Dua cupcake dengan sebuah lilin kecil (untuk jualan Servantat & kue ultah Lucy).
Sebuah botol kecil (racun).
Tiga piring plastik & sebuah gelas plastik (untuk makan malam)
Sebuah kalung (benda ajaib milik Keluarga Lucy).
Uang (untuk membeli makanannya Servantat).
Tiga buah tas ransel (milik Elsa & Servantat yang dibawa saat pindah ke Istana Lucy dan milik Lucy saat pindah ke Istana Brian)
Sorban (untuk Ustadz)
Topeng pesta (untuk seluruh pemeran kecuali Prolog, Satpam & Ratu)

Created by: Nur Fitriani
Re-created by: RA Naoma Ivana Chandra, Khalid Abdulrahman Said, Amirah Amalia, Trianisa Arafah Wahyudi, Ramanda Fadhil Arifin, Muhamad Faarih Ihsan, Fitri Janika Putri, Saskia Nurhaliza Febriana Ridaryanto dan Raihan Arza.