Pengaruh Membaca Komik Terhadap Peningkatan Kecerdasan Anak

Student Research SMPIT Aulady|Social Paper
Oleh: Amirah Amalia & Juvinka Trivici Putri

BAB I (Satu):

A. Latar belakang Masalah

    Komik adalah sekumpulan gambar yang menceritakan aktivitas sehari-hari & yang umumnya mudah dicerna dan lucu. Apakah dampak positifnya dan apa pula dampak negatifnya, bahkan lebih banyak manakah dampak positif dan negatifnya. Kami akan cari tahu. Setelah kami mencari tahu apa penyebabnya dan dampak – dampaknya, kami akan lebih teliti dan segera mengetahui dampak – dampaknya. Komik yang dibuat dari Indonesia ternyata kalah pamor dibandingkan dengan komik percintaan dari luar negeri, terutama komik manga dan anime dari Jepang. Akhirnya, berhasil dengan sukses mengadakan Pameran Komik dan Animasi Nasional yang dilakukan tahun 2000, komentar mereka di antaranya tentang imajinasi. Mereka berpendapat bahwa dengan membaca komik, imajinasi anak kurang tertantang untuk berkembang karena komik banyak didominasi oleh unsur visual ketimbang teks naratifnya. Padahal, teks naratif itu penting untuk perkembangan imajinasi anak. Imajinasi ini harus ditumbuh kembangkan pada masa anak-anak agar dapat menciptakan daya cipta dan daya kreatif pada saat mereka dewasa. Banyak yang mengetahui mengapa komik banyak disukai oleh anak-anak maupun orang dewasa? Itu bukanlah jawaban yang sulit, kan? Karena komik sangatlah menarik karena penuh dengan gambar. Hal ini membuat anak-anak, murid, maupun orang dewasa lebih mudah untuk memahami apa maksud dari cerita komik itu tanpa mengerahkan daya konsentrasi yang sangat tinggi. Unsur visual inilah yang mampu menarik minat baca anak-anak. Maka, anak-anak dapat menyegarkan otak dan bisa tertawa sepuasnya. Ternyata variasi tema komik dapat menambahkan wawasan pengalaman yang beragam bagi anak-anak. Sebanyak 91,5% dari responden penelitian yang dilakukan oleh Dian (100 anak-anak) dapat dikatagorikan sebagai kelompok komik-mania atau penggemar berat bacaan komik. Dan yang lebih penting lagi Dian Rohaeni juga tidak menemukan fakta bahwa anak-anak yang menggemari jenis bacaan komik tersebut hancur minat bacanya terhadap bacaan non-komik. Kegemaran mereka membaca komik umumnya beriringan dengan kegemaran membaca buku-buku non-komik, termasuk buku-buku pelajaran. Kemudian aktivitas belajar anak-anak penggemar bacaan komik tersebut juga sama sekali tidak terganggu, apalagi menjadi amburadul karenanya. Seperti dinyatakan oleh psikolog Heny Supolo Sitepu (Media Indonesia, 24 Januari 1998), komik tidak berbahaya dan tidak merusak minat baca anak-anak. Bahkan sebaliknya, menurutnya komik dapat memperkaya kecerdasan visual serta mengembangkan daya imajinasi mereka. Heny memberikan ilustrasi, ketika seorang anak tengah membaca komik dia tidak hanya melihat gambaran visualnya atau teksnya saja, tetapi juga dia memperhatikan detail gambarnya. Misalnya bagaimana karakter dan mimik dari para tokohnya, latar belakang gambar dan jalan ceritanya dan seterusnya. Hal-hal tersebut menurut Heny, dapat memperkaya pengetahuan dan mendorong anak-anak belajar mencocokan antara latar belakang dengan kejadian yang dipaparkan dalam cerita. Di komik, banyak pelajaran yang bisa diambil. Contoh komik detektif, di komik itu banyak dampak positif yang membuat imajinasi siswa semakin berkembang. Tokoh – tokoh yang terdapat di komik, dapat membuat imajinasi di otak siswa menjadi terbentuk. Contohnya, komik itu menceritakan tentang yang kita lakukan sehari-hari. Imajinasi dari komik yang terdapat di otak kita, ternyata bisa meningkatkan kecerdasan siswa dan mereka akan mudah mengingat apa yang telah dia hafalkan. Ilmu itu tidak hanya didapatkan dari tulisan, tetapi bisa juga dari komik. Menurut Hurlock (1978), komik dapat memberikan model yang dapat digunakan untuk mengembangkan kepribadian anak. Ada juga tips untuk memberikan komik yang terbaik dan sesuai dengan usianya yaitu pertama, dampingi dan tumbuhkan sikap kritis pada anak ketika mereka membaca komik. Kemudian, buka diskusi dengan akan mengenai isi cerita dalam komik yang dibacanya. Lalu, tanyakan kepada anak siapa tokoh yang disukainya atau tidak disukainya dengan mengapa dia menyukainya atau tidak menyukainya. Ajak pula anak untuk menilai dan mengkritik hal-hal yang relevan dengan kehidupan nyata. Kedua, pilihlah komik yang sesuai dengan usia & tingkat perkembangan anak dan berikan komik dengan cerita yang bervariasi, contohnya : Komik anak-anak, komik lucu, komik pelawak. Ketiga, seimbangkan antara kebutuhan berkebiatan pasif dan aktif. Membaca komik adalah jenis kegiatan pasif yang membuat anak tidak banyak bergerak, sedangkan kegiatan aktif adalah jenis kegiatan yang banyak bergeraknya. Kegiatan aktif akan mengembangkan kemampuan psikomotorik anak, sedangkan kebiasaan membaca yang pasif ini lebih banyak menstimulasi kognisi intelektual anak. Maka agar psikomotorik maupun kognisinya berkembang, anak perlu dibiasakan untuk melakukan kedua jenis kegiatan tersebut secara seimbang. Di negara Cina, murid-murid belajar dengan menggunakan komik, karena dengan melihat banyak gambar dalam komik membuat murid-murid jauh lebih mudah mengerti pelajaran. Proses membaca juga berpengaruh pada indra mata, perasaan, otak, khayalan, & imajinasi. Menurut Tony Buzan penemu Mind Map, juga membuat Mind Map agar manusia dapat dengan mudah belajar dan menghafal dengan gambar dan bukan tulisan, ternyata komik itu mengandung imajinasi yang tinggi terhadap otak siswa. Pendapat Senada Heny juga dikemukakan oleh Rahayu S.Hidayat, ketua Lembaga Kajian Komik Indonesia. (Media Indonesia, 24 Januari 1998). Menurut salah seorang staf pengajar pada Fakultas Sastra UI ini, walau bagaimanapun komik, karena keunggulan visualnya serta tokoh-tokohnya cenderung menghibur, merupakan dunia yang lekat dengan anak-anak. Sejauh diperlakukan dalam batas-batas yang wajar, komik sebenarnya cukup positif dalam menumbuhkan minat membaca anak-anak, khususnya pada anak-anak yang belum dapat membaca huruf atau usia pra sekolah. Begitu pula pendapat Seto Mulyadi (Femina No.29/XXIII 27 Juli – 2 Agustus 1995). Menurutnya, bagi anak-anak yang belum dapat membaca di mana  pada umumnya imajinasi mereka masih sangat terbatas, bacaan komik akan dapat membantu membisualisasikan imajinasi mereka itu. Kak Seto juga menambahkan bagi anak-anak usia belajar dan tengah dalam perkembangan mental dan intelegensia serta kreativitasnya, membaca komik, seperti halnya menonton televisi, jika dilakukan dengan kadar secukupnya dan dengan fungsi sekedar untuk hiburan atau syukur jika untuk memperoleh informasi, sesungguhnya tidak usah begitu di khawatirkan. Selain itu coba anda bayangkan tentang sebuah mobil merah, pasti anda akan membayangkan gambar mobil, kan? Anda tidak mungkin hanya membayangkan tulisan “Mobil merah” dan itu membuktikan bahwa manusia akan lebih cepat mengerti bila mengaplikasikan gambar daripada tulisan, lagi pula banyak  sekali murid-murid zaman sekarang yang mengeluhkan rasa pusing saat disuruh Guru nya untuk membaca tulisan yang sangat panjang. Tidak jarang dalam komik itu mengandung beberapa ilmu penting yang tidak sengaja tercantum. Dalam waktu luang kita bisa bersantai sambil membaca komik yang bisa menjadi bermanfaat untuk otak, selain mengistirahatkan otak dengan nyaman, otak juga dapat menambah wawasan-wawasan baru dari komik tersebut, contoh: Dari komik jepang kita menjadi tahu akan acara-acara apa saja yang biasa dilakukan di Jepang. Selain itu, komik dapat menghibur siswa, agar siswa tidak mengalami stres & merasa pusing. Komik dapat menghibur & bisa sebagai ilmu penngetahuan umum. Kho Wang Gie dengan karyanya memberi banyak inspirasi bagi komikus Indonesia lainnya untuk berkarya ditengah serbuan komik impor seperti Flash Gordon, Superman, Tarzan. Para komikus seperti RA Kosasih dengan komik Sri Asih juga Adisoma dengan komik Jakawarna. Hingga mulai sekitar tahun 1994 komik Indonesia bangkit walau tampaknya masih terengah-engah, dimulai dengan komik underground juga bermunculan situs-situs komik baik komik underground maupun komunitas komik seperti KomikazenewmediaMKIBajing LoncatIndicomicKomik Online, dan masih banyak komunitas komik lainnya. Hingga akhirnya berhasil dengan sukses mengadakan Pameran Komik dan Animasi Nasional yang dilakukan tahun 2000. Tidak sedikit pula komik mengajarkan sesuatu yang benar, mengajarkan ketulusan, persahabatan, dsb. Menurut Calhoun & Acocella (1990:354), “Agresiveness is the exercise or your own rights inways that violate other people’s rights”. Jadi sikap agresif adalah penggunaan hak sendiri dengan cara melanggar hak orang lain. Bahkan ujar Bonneff, bagi anak-anak yang putus sekolah, komik merupakan wahana utama untuk tetap berhubungan dengan bahasa tulis. Berdasarkan hal-hal yang disebutkan tersebut peneliti komik ini merekomendasikan bahwa buku-buku bacaan komik bukan hanya baik untuk dibaca oleh anak-anak para sekolah, tetapi juga dapat menjadi salah satu media pengajaran yang efektif yang dapat digunakan oleh para guru bahasa. Kami, Vinka dan Lia, ingin membuktikan kepada dunia bahwa komik itu juga memiliki banyak dampak positif untuk kecerdasan dan kami akan buktikan dengan melakukan penelitian ini.

B. Batasan masalah & Rumusan masalah

Banyak komik yang mengandung ilmu-ilmu. Secara sengaja tertulis oleh penulis/tidak sengaja tertulis oleh penulis sehingga waktu membaca komik pun bisa digunakan untuk belajar. Masalah yang kita dapati adalah bahwa banyak yang tidak memperbolehkan anak nya untuk membaca komik padahal ada sangat banyak jenis  komik yang mengandung ilmu-ilmu yang secara sengaja ataupun tidak sengaja tertulis oleh penulis sehingga waktu membaca komikpun bisa digunakan untuk belajar. Selain itu, ada banyak sekali guru-guru yang juga tidak memperbolehkan murid-murid nya untuk membaca komik, padahal komik dapat mengistirahatkan otak setelah belajar ataupun mengerjakan tugas agar tidak stres, lagipula sekarang tidak jarang ditemukan komik-komik tentang pengetahuan langsung, contoh nya: Komik Why yang memang komik anak-anak untuk belajar tentang tubuh manusia, namun ada juga komik yang bukan lah komik tentang organ manusia, tapi di dalam nya tersirat beberapa ilmu tentang organ manusia, dll. Agar anak-anak dan murid bisa terispiransi & berkembang baik otaknya dengan hal-hal yang positif, maka pilihlah tema komik yang sesuai dengan usianya & tingkat perkembangan anak, contohnya: Komik anak-anak, komik lucu & komik pelawak. Mengkomikkan bahan ajar bukanlah barang baru di Jepang, dari pelajaran-pelajaran dasar seperti sejarah, biologi, fisika sampai ilmu filsafat, banyak yang sudah membuatnya dalam bentuk komik. Ada orang yang sebelum pulang ke Indonesia, membawa komik tentang sejarah jepang dan ilmu filsafat, juga sempat membawa beberapa seri komik (manga) dan buku bergambar (zukai) bertema teknologi informasi. Dan kadang bukan materi-materi di level dasar, justru komik dan buku bergambar digunakan untuk menjelaskan konsep-konsep teknologi informasi yang rumit, misal tentang UML, extreme programming, teknologi telekomunikasi, dsb.Gambar komik, bahasa dan tokoh-tokohnya cukup menarik, simpel dan mudah dipahami. Cerita tetap mengalir dan tidak membosankan, meskipun dimasukkan berbagai filasafat dan konsep hidup tokoh-tokoh. Mengenai bahasa yang digunakan dalam komik, Marcel Bonneff memberi catatan bahwa sesungguhnya bahasa komik sangat bervariasi dan kaya, karena memiliki sejumlah fungsi khas yang tidak terdapat dalam jenis bacaan non-komik. Pertama, fungsi bahasa untuk memberikan komentar lakuan (action). Kedua, fungsi bahasa dalam dialog yang repliknya ditempatkan dalam balon (di samping), yang mengungkapkan sekaligus monolong batin. Ketiga, fungsi bahasa untuk mengungkapkan perasaan (interjection), yang juga ditaruh dalam balon yang terkadang seperti gelembung meledak. Kemudian, keempat fungsi bunyi-bunyian. Dengan demikian, dengan membaca komik secara tidak disadari anak akan dikenalkan dengan aneka fungsi bahasa atau bentuk-bentuk kalimat (kalimat langsung & tidak langsung, kalimat berita, kalimat tanya dan sejenisnya).

C. Hipotesa

    Dugaan awal: Komik detektif berisi tentang orang-orang detektif yang suka memecahkan sebuah masalah. Apabila anak itu baca komik detektif, maka anak ini akan menjadi orang yang jenius dalam memecahkan masalah dan kecerdasan nya pun meningkat. Selain itu, komik juga dapat mengembangkan kecerdasan otak dan terdapat imajinasi. Komik dapat membantu murid-murid agar lebih mudah memahami pelajaran yang dipelajari, lagi pula komik dapat menghindarkan stres sehingga otak dapat berfikir dengan encer. Dengan berbagai adegan seru dalam komik dapat meningkatkan potensi dalam membaca dan dengan semakin tinggi nya potensi membaca, maka tingkat kecerdasan juga akan meninggi.

D. Tujuan dan manfaat penelitian

Tujuan-tujuan dan manfaat-manfaat yang kami cari dalam penelitian ini Adalah: Agar kami dapat menunjukkan kepada dunia, bahwa komik itu juga bagus untuk kecerdasan anak-anak dan khusus nya yang berprofesi menjadi murid. Selain itu, agar murid & anak-anak bisa menghilangkan rasa jenuh, bosan, & stress. Agar kami dapat menunjukkan kepada dunia, bahwa komik itu selain menghibur, ternyata komik itu juga bisa mengembangkan kecerdasan otak sehingga murid & anak-anak dapat terinspiransi dan mendapatkan hasil positif dari komik itu. Agar kami dapat menunjukkan kepada dunia, agar tahu manfaat membaca komik untuk anak-anak, bisa mengetahui tips memilih komik yang terbaik untuk anak & juga bisa mengetahui akan eksistensi komik bagi pelajar. Selain itu, kami berdua juga ingin agar dunia tahu bahwa sesungguh nya unsur yang dapat menarik minat komik adalah unsur visual. Maka dengan itu kami mencoba untuk meneliti nya.

 

BAB II (dua):

A. Tinjauan Pustaka

     Selama kami melakukan penelitian, pasti nya kami membutuhkan Tinjauan Pustaka, dan untuk itu kami telah mencari berbagai informasi-informasi dari internet untuk menjadi tinjauan pustaka dari penelitian kami kali ini, dan yang pasti nya itu adalah informasi-informasi tentang pengaruh-pengaruh membaca komik, setelah kami mendapatkan  informasi-informasi tersebut, lalu kami berdua mengambil pengaruh-pengaruh yang berdampak terhadap peningkatan kecerdasan, yaitu: Menurut Henny Supolo Sitepu (seorang Psikolog), bahwa komik itu dapat memperkaya kecerdasan visual, mengembangkan daya imajinasi, dan menjadi pendorong untuk belajar. Menurut Bonneff, Komik dapat mengembangkan kebiasaan membaca. Menurut Scott McCloud, bahwa langkah pertama yang harus dilakukan adalah membersihkan pikiran kita dari segala anggapan tentang komik, lalu kita akan menemukan seluruh potensi komik hanya dengan memulainya dari nol. Menurut suatu Blog bernama “Abid Menulis”, bahwa komik dapat menggembangkan potensi untuk menulis cerpen serta meningkatkan imajinasi dalam bercerita. Menurut Romi Satria Wahono, komik itu sangatlah menarik, simpel, mudah dipahami, tidak membosankan, asik, menarik minat baca, mempermudah pembaca untuk memahami materi yang akan disampaikan. Ada pula fenomena di Negara Jepang, dimana orang-orang disana sangat terkenal dengan sifat nya sebagai penggemar besar komik, namun dengan demikian pula IPTEK di negara nya sangatlah berkembang dengan pesat.

Tinjauan Pustaka kami juga sebagian dihasilkan dari toko buku yang sekarang telah banyak menjual berbagai seri komik yang berwawasan luas, seperti komik tentang anggota tubuh, habitat hewan, cara berbisnis, cara merawat hewan, cara menjadi pemimpin hebat,  kebudayaan, biologi, filasafat, agama, telekomunikasi, sejarah, fisika, dll.

B. Penelitian

Kami adalah penggemar komik, dan kami telah melihat banyak sekali yang memandang rendahkan komik dan juga meremehkan penggemar komik seperti kami, serta banyak juga orang-orang yang menganggap bahwa komik hanyalah barang tidak berguna yang hanya dapat menumpulkan otak dan yang membaca komik hanyalah orang-orang kurang kerjaan, dengan tersebut kami pun menjadi sangat tertarik untuk melakukan penelitian tentang pengaruh-pengaruh komik terhadap kecerdasan, hal tersebut juga kami lakukan agar dunia tahu bahwa komik juga dapat mengasah otak dan tidak akan ada lagi komentar-komentar buruk tentang komik, kecuali bila memang ada beberapa komentar yang buruk terhadap komik yang tidak benar, karena kami akui bahwa sampai sekarang masih ada juga beberapa komik yang menunjukkan jalan yang salah, tapi kami hanya ingin menunjukkan komik-komik bermutu yang dapat menjadi penambah wawasan serta motivasi dalam hidup, dengan itu kami pun menjadikan obyek dalam penelitian kami kali ini adalah: pengaruh-pengaruh peningkatan kecerdasan apa saja yang dapat diperoleh pembaca komik ketika sedang membaca komik.

Untuk menggumpulkan data-data atau Tinjauan Pustaka yang dapat dicantumkan kedalam catatan penelitian kami, kami berdua telah mencari beberapa informasi-informasi yang berada di internet tentang pengaruh-pengaruh membaca komik terhadap peningkatan kecerdasan, serta kami juga tidak lupa untuk membuat questioner yang berisikan 10 soal tentang penelitian kami kali ini, lalu questioner tersebut telah kami bagikan kepada 41 siswa-siswi di SMPIT Aulady. Setelah kesepuluh soal tejawab, questioner tersebut dikumpulkan kembali kepada kami lalu setelah itu, untuk menghasilkan data-data informarsi, kemudian hasil dari jawaban-jawaban questioner tersebut kami data dan kami rangkum  menjadi sebuah catatan tentang pengaruh membaca komik terhadap peningkatan kecerdasan. Berikut adalah seluruh pertanyaan-pertanyaan yang telah kami diajukan di dalam questioner buatan kami:

1. Maksimal berapa komik yang                          2. Minimal berapa komik yang
dapat anda baca dalam sehari?                           Anda baca dalam sehari?
a. Kurang dari satu                                           a. Tidak sama sekali
b. Satu                                                         b. Beberapa halaman
c. Dua                                                           c. Satu
d. Tiga                                                          d. Dua
e. Lebih                                                         e. Lebih

3. Jenis komik apakah yang                               4. Seberapa suka anda
menjadi kesukaanmu?                                       dengan komik?
a. Komik detektif                                             a. 10%
b. Komik lawak                                                b. 25%
c. Komik percintaan                                         c. 50%
d. Komik anak-anak                                         d. 51% – 99%
e. Komik pelajaran                                  e. 100%

5. Pilih salah satu pelajaran di                            6. Berapakah nilai rata-
bawah ini yang paling anda sukai!              Rata anda saat UAS
a. Bahasa/English                                             semester 1 yang lalu?
b. Islamic studies                                             a. Kurang dari 60
c. Sciene                                                        b. 60-an
d. Math                                                          c. 70-an
e. Bussines Class                                              d. 80-an
e. 90-an

7. Ada berapakah nilai anda                               8. Pilih salah satu pekerjaan
yang dibawah KKM saat UAS                               yang paling sering anda
semester 1 lalu?                                               lakukan?
   a. Tidak ada                                           a. Membaca komik
b. 1                                                               b. Nonton TV
c. 2                                                               c. Bermain bersama teman2
d. Lebih dari 2, tapi bukan semua mata pelajaran  d. Belajar
e. Semua mata pelajaran                                   e. Membuka Internet

9. Bagaimana respon anda                                 10. Bagaimana pendapat orang
terhadap sifat para tokoh komik?                Lain tentang dirimu?
a. Pernah satu kali mencoba untuk menjadi
tokoh dalam komik
b. Terkadang meniru sifat tokoh komik
c. Sering meniru sifat tokoh komik
d. Biasa saja
e. Tidak menyukai semua sifat dari semua tokoh komik

Variabel data yang kami lakukan berasal dari Tinjaun Pustaka yang berisikan berbagai informasi di internet  dan juga questioner buatan kami, informas-informasi yang telah kami dapatkan lalu kami ambil data-data nya untuk dirangkum menjadi sebuah catatan tentang pengaruh membaca komik terhadap peningkatan kecerdasan dan kami akui bahwa penelitian ini tidaklah mudah.

Dalam Analisis Data penelitian kami, yang kami lakukan adalah mempelajari data-data tentang pengaruh-pengaruh membaca komik terhadap peningkatan kecerdasan yang kami dapatkan, karena sebenar nya sebagai peneliti kami harus mengetahui dan mempelajari data-data yang ada terdahulu hingga kami mengerti dan itu dilakukan agar penelitian dapat dilakukan dengan lancar tanpa hambatan yang terjadi karena ketidak pahaman, setelah itu kami merangkum hasil-hasil dari data-data yang telah kami pahami. Selain itu, kami juga telah memeriksa kebenaran tentang data-data yang kami dapatkan tersebut agar tidak akan memunculkan kesalahan, dan dalam rangka untuk memeriksa kebenaran data-data yang kami terima dari berbagai web site di internet, kami membandingkan data-data dari internet tersebut dengan data-data yang telah kami berdua hasilkan sendiri dengan questioner buatan kami yang terbuat dengan kehidupan asli yang dialami sendiri oleh murid-murid dari Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu Aulady. Selain dari yang telah kami sebutkan sebelum nya, dalam rangka mengalisis data dan mencari hasil yang tepat dari quesioner kami, kami mencari jawaban-jawaban di questioner kami yang paling banyak terpilih, setelah telah kami temukan jawaban-jawaban apa saja yang paling banyak terpilih, kami mencari tahu apakah yang memilih jawaban-jawaban tersebut adalah kebanyakan dari para penggemar komik dan kami pun mendaptakan hasil nya dan dapat membuktikan bahwa kebanyakan dari orang yang jawaban nya sering terpilih adalah jawaban questioner dari orag-orang yang tidak terlalu menyukai komik, hal tersebut kami lakukan dengan melihat jawaban nomor satu, dua, empat, delapan, dan sembilan di questioner yang diisi oleh siapa saja yang telah memilih jawaban yang paling banyak terpilih. Lalu, karena kami sedang meneliti pengaruh-pengaruh membaca komik terhadap peningkatan kecerdasan, berarti kami juga harus membuktikan peningkatan kecerdasan dan hal tersebut kami lakukan dengan cara melihat jawaban-jawaban nomor empat, enam, tujuh, dan sepuluh di questioner yang telah diisi oleh para penggemar komik. Dari situ kami melihat banyak dari para penggemar komik yang mendapatkan nilai bagus dan dari situ pula kami dapat membuktikan bahwa komik juga dapat meningkatkan kecerdasan. Sekarang kami tinggal mencari pengaruh-pengaruh nya saja, kami mencari pengaruh-pengaruh nya itu dari melihat jawaban-jawaban nomor delapan, sembilan, dan sepuluh di questioner yang telah diisi oleh penggemar-penggemar yang termasuk sebagai orang-orang yang pintar. Agar dapat meneliti pengaruh-pengaruh membaca komik terhadap peningkatan belajar, kami juga tidak lupa untuk mewawancari murid di SMPIT Aulady, namun karena keterbatasan waktu, kami tidak sempat mewawancarai semua murid, kami hanya mengambil seorang murid perempuan dan seorang murid laki-laki sebagai perwakilan nya.

BAB III (tiga):

A. Kesimpulan

    Sekarang kami telah mengdata seluruh hasil jawaban dari questioner buatan kami dan bahkan kami juga ikut menjawab questioner tersebut. Setelah kami melakukan penelitian dalam jangka waktu yang amat panjang, akhirnya kami pun telah mendapatkan hasil nya. Hasil nya adalah bahwa setengah dari siswa-siswi di SMPIT Aulady adalah penggemar komik, sedangkan setengah nya lagi dari siswa-siswi di SMPIT Aulady adalah seorang yang tidak begitu menyukai komik, hal tersebut terbukti dari jawaban-jawaban di questioner buatan kami. Setelah itu, baru kami dapat simpulkan bahwa komik itu memang dapat menjadi pengaruh peningkatan kecerdasan. Tidak hanya itu, dari questioner yang diisi oleh para penggemar komik di SMPIT Aulady, kami temukan bahwa kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang bernilai tinggi. Kesimpulan sesungguh nya bahwa pengaruh-pengaruh dari membaca komik terhadap peningkatan kecerdasan adalah: Komik itu buku yang sangat terkenal dan umum di dunia, komik sudah tidak asing lagi untuk didengar orang. Banyak orang yang membaca komik dari anak kecil hingga dewasa maupun sampai usia tua, ada saatnya menghibur diri & mengambil manfaatnya yang ada di komik. Komik itu tidak hanya ada untuk anak kecil, tetapi ada juga seperti komik pengetahuan. Membaca komik adalah jenis kegiatan pasif yang membuat anak tidak banyak bergerak, sedangkan kegiatan aktif adalah jenis kegiatan yang banyak bergeraknya. Selain itu, komik bisa menghibur dan menghindarkan anak dari stres, pusing dan tidak lesu untuk semangat belajar, komik adalah buku yang seru, karena mengandung banyak cerita dan drama yang menarik, buku pelajaran dalam berbentuk komik dapat membuat si pembaca lebih nyaman untuk belajar, komik dapat memperkaya kecerdaan visual dari si pembaca, dapat menggembangkan daya imajinasi si pembaca, dapat menjadi pendorong untuk belajar, dapat menggembangkan kebiasaan membaca, dapat menjadi potensi untuk menulis, serta dapat memudahkan pembaca untuk mengembangkan imajinasi nya ketika sedang bercerita, dapat membuat si pembaca jauh lebih mudah untuk memahami pelajaran, dapat juga meninggikan semangat belajar bagi si pembaca, dapat membuat pembaca lebih tertarik untuk belajar, dapat membuat pembaca tidak bosan saat sedang belajar, dapat menjadi sumber pembelajaran, dapat memperkaya pengetahuan dan mendorong anak-anak belajar mencocokan antara latar belakang dengan kejadian yang dipaparkan dalam cerita, terdapat inspiransi untuk berkarya sesuatu yang membuat anda sukses besar, terdapat kreatif & daya ingat serta konsentrasi yang sangat tinggi, dapat memberikan model yang dapat digunakan untuk mengembangkan kepribadian anak, di balik komik ternyata terdapat ide yang ada di komik sehingga anak dapat berkarya dengan baik serta otak anak dapat berkembang, dan lain-lain. Untuk itu dunia harus tau apa komik itu dan mengetahui bahwa komik tidak hanya mempengaruhi dampak negatif kepada anak, tetapi banyak juga hal-hal dampak positif yang bisa kita ambil dari komik. Mungkin orang tua–orang tua yang melarang anak nya membaca komik karena takut anak nya akan terpengaruh yang negatif, menunda-nunda aktivitasnya, & tidak bermutu. Seperti tadi, orang tua tidak perlu mengkhawatirkan anaknya apabila memilih komik yang membawa anaknya berdampak positif, membataskan waktu membaca komik. Komik itu sebenarnya bermutu dan dapat menambah wawasan, hanya karena terlalu mengkhawatirkan anaknya.

B. Saran

Saran dari Juvinka Trivici Putri… Carilah komik yang sesuai dengan umur anak anda dan cari tahu tips untuk memilih komik dengan baik & benar sesuai dengan usianya. Agar anda tidak mendapatkan pengaruh dampak negatif dan tidak mengkhawatirkan anak sampai cemas. Berbagai cara tips memilih komik untuk anak itu sangat mudah dicari. Terkadang memang anak-anak hampir lupa dengan kegiatan yang harus dilakukannya. Untuk itu, orang tua harus mengingatkan anaknya dan memberinya batas waktu agar tidak melupakan aktivitasnya, maka bila ingin membaca komik, anda harus dapat mengatur waktu juga agar aktivitasnya teratur dan tidak menunda-nunda aktivitasnya. Untuk anak-anak yang putus dengan sekolah, mereka bisa belajar dari komik agar lebih efektif, bisa menambah ilmu wawasan, menghibur, dan komik merupakan wahana utama untuk tetap berhubungan dengan bahasa tulis. Biasanya, anak-anak yang belum dapat membaca itu imajinasinya masih sangat terbatas. Mungkin dengan membaca komik akan membantu membisualisasikan imajinasinya serta kreativitasnya semakin luas. Anak perlu melakukan kegiatan aktif & kebiasaan membaca agar psikomotorik maupun kognisinya dapat berkembang.

Kalau saran dari Amirah Amalia… Kita semua, dalam umur berapapun boleh membaca komik disaat waktu istirahat atau pun waktu luang, entah itu untuk membuat otak segar kembali, untuk menghindari stres, untuk belajar, untuk menghafal, untuk menghibur diri, dan masih banyak rangka lain nya. Saya hanya ingin menyarankan agar kita semua harus bisa membedakan mana komik yang bagus atau tidak bagus untuk diri kita sendiri dan kita pasti nya hanya boleh membaca komik yang bagus untuk diri kita atau nanti bisa terjadi hal negatif. Salah satu cara nya untuk melihat apakah komik itu bagus atau tidak nya untuk diri kita, maka kita dapat melihat  bundaran berisi huruf yang biasa nya terletak di pojok bawah bagian kanan/kiri dan komik yang baik untuk kita adalah komik yang sesuai bila dibaca oleh seorang yang seumuran kita, bila engkau sebagai remaja maka carilah bundaran yang memiliki huruf “R” nya, bila sudah dewasa maka boleh lah juga membaca komik dengan bundaran yang berisi huruf “D” atau untuk komik yang dapat dibaca untuk segala pihak masyrakat bisa juga kita membaca komik untuk semua umur yang ditandakan dengan huruf “SU” di dalam bundaran tersebut. Memilih jenis komik juga merupakan hal yang harus dilakukan saat ingin membeli nya, karena bila kita salah memilih, hal tersebut dapat memberikan dampak yang sangat besar bagi hidup kita. Selain itu, saya juga ingin menyarankan agar tetap ingat waktu disaat baca komik atau bahkan anda bisa memasang alarm tanda bahwa waktu istirahat / membaca komik kita telah selesai, jadi walaupun sedang membaca komik kita juga tetap harus melakukan kewajiban, seperti beribadah, belajar, mandi, tidur, makan, dan lain sebagai nya, karena ternyata ada banyak orang yang kalau baca komik itu hingga lupa waktu dan akhirnya meninggalkan sholat, tidak mandi, tidak belajar, tidak tidur atau bahkan yang sering terjadi adalah keasyikan membaca komik hingga lupa makan, bila sampai begitu dapat menyebabkan sakit perut, pusing, lemas, lesu, pingsan, dll. Dampak-dampak yang sangatlah negatif untuk diri kita, bukan?.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s