“Namaku Raysa”

“Kriing!,” bunyi bel tanda masuk kelas berbunyi. Tapi hari ini, kelas yang ku masuki bukanlah kelas yang biasa ku masuki. “Haaiii! Aku Rasya Dewi, pindahan dari Solo. Inget, ya, Rasya bukan Raysa! Jangan sampai ketuker sama Adekku!,” terdengar suara seorang anak perempuan dari kelas sebelah. Dan kini giliranku berbicara di depan kelas, “Salam kenal. Namaku Raysa Dewi, pindahan dari Solo. Aku Adeknya Rasya yang di kelas sebelah.” Setelah memperkenalkan diri, aku ‘pun menduduki sebuah kursi di tengah ruangan, lalu mengikuti kegiatan belajar-mengajar formal.

“Kriinng!,” akhirnya yang ku tunggu-tunggu terdengar juga, yaitu bel istirahat. Begitu bel berbunyi, pelajaran selesai, aku beranjak keluar kelas, lalu menemui seseorang yang tidak lagi asing bagiku. “Raysaa! Hey, liat, deh, aku udah dapet temen, loh! Ini Lyli, ini Intan. Kamu udah dapet temen belum?,” tanya Rasya kepadaku saat lewat dan menghampiriku. “Belum”, balasku sambil berfikir mengenai Lyli dan Intan… Bagiku, Lyli itu sangat imut! Badannya mungil, rambutnya pendek, dan punya 2 lesung pipit. Sedangkan Intan adalah seorang perempuan jangkung yang tirus dan berambut panjang.

“Eh, liat, deh! Ada cewek cantik baru di Sekolah kita! Ituloh yang rambutnya dark brown, trus bawahnya keriting bleach blonde. Udah putih, slim, mancung, matanya lebar dan cokelat, punya lesung pipit, bulu matanya lentik, manis lagi. Tapi bagiku cantikan yang lebih tirus, sih”, aku mendengar orang-orang di Kantin berbisik mengenai aku dan Rasya. Ya, mungkin karena kami kembar. Tapi aku tahu diri, aku sadar bahwa Rasya selalu lebih unggul tipis dariku, termasuk dalam hal kecantikan.

Hari demi hari terlewatkan. Setiap hari, ada saja yang mengira diriku sebagai Rasya. “Namaku Raysa, bukan Rasya!,” itulah kata-kata yang ada dibenakku sekarang. Yang pasti karena perbedaan fisik kita sangat tipis, yaitu hanya pada pipi. Tapi tidak ada satupun yang mengira Rasya adalah diriku. Mungkin itu karena Rasya jauh lebih populer daripadaku. Baru masuk sebulan aja, udah ada banyak cowok yang ngincer dia di Sekolah. Rasya cuek akan hal itu, walaupun dia sudah punya Long Distance Relationship(hubungan jarak jauh) dengan temannya di Solo. Bahkan, hebohnya ada yang membuat surat cinta ke Rasya, tapi justru salah memasukkannya ke celah-celah lokerku, ckckck…

Ohya, ngomong-ngomong, di Sekolahku, setiap Murid harus mengikuti kegiatan klub di Sekolah. Aku dan Rasya mengikuti Klub Musik dan Klub Teater. Meskipun keahlian menyanyi, bermain piano, dan beraktingku tidak kalah dari Rasya, tapi tetap saja Rasya lebih sering dipuji-puji daripadaku.

Kalimat “Rasya is perfect” sudah sangat sering terdengar ditelingaku. Tapi kenapa aku tidak pernah mendengar “Raysa is perfect”? Kenapa?. Mungkin ini salah satu jawabannya… Rasya adalah Juara Umum di Sekolahku, yang dipilih dari nilai seluruh mata pelajaran. Rasya adalah Juara Pertama, sedangkan aku adalah Juara yang ke-2. Dan tiada satupun yang memedulikanku, karena mereka sibuk bersimpatik ke Rasya.

Pada suatu hari, di hari yang sangat membosankan, disaat aku sudah kelelahan setelah Sekolah usai, “Wahhh, ada Rasya! I’m your big fan!,” seorang anak perempuan yang tak ku kenal tiba-tiba muncul di hadapanku. “Maaf, tapi aku bukan Rasya. Namaku Raysa, Adeknya Rasya,” kataku. “Ohya?! Jadi Adek Kembarnya itu kamu?! Ternyata emang bener-bener mirip! Kamu pasti bahagia banget, ‘kan, punya Kakak kayak Rasya? Titip salam buat Rasya, ya!,” jawabnya. Sudah! Cukup! It’s enough! I’m Raysa, not Rasya! I knew Rasya is much better than me, but please don’t just ignore me. You all are too busy praising Rasya. Please, please stop it right away. I’m sick with all these, it sucks!.

Today, this Saturday is my & Rasya’s sweet 16 birhtday. Mama mengajak kami ke sebuah Restoran kesukaan kami, untuk menyantap kue pesanan Mama. Oreo Ice Cream Cake, itulah makanan kesukaanku dan Rasya yang sedang ku santap sekarang. Tapi sayangnya, tanpa menjelaskan alasannya, Rasya lebih memilih untuk menyendiri di kamarnya tanpa pergi menyantap kue lezat ini bersamaku. Setelah kenyang, aku dan Mama pergi ke sebuah Mall, Mall dimana Papa membeli sebuah iMac berwarna merah muda untukku dan sebuah iPhone 6 berwarna tosca untuk Rasya. I guess, this is my best day ever. But i’m still confused about why Rasya refuse to go out today.

Sesampainya di rumah, aku menaruh iPhonenya di kamar Rasya, disaat Rasya sudah tertidur pulas. Hihihi, anggunnya Rasya saat tidur, seperti Putri Tidur. Lalu kutemui hpnya masih dalam genggamannya saat tidur. Karena penasaran, aku lihatlah isi hpnya, yaitu chatnya dengan Pacarnya, Diko namanya…

Diko: Happy birthday, Sweetie! Makin cantik, makin pinter, pokoknya makin++ All the best for you. Semoga semua wishesnya terkabul, amiin. Ohya, tunggu kiriman kado dariku, ya.
Rasya: Makasih, Diko! Makin sayang sama aku, ya/?
Diko: Sipp. Ada yang mau kamu curhatin lagi gak masalah sekolahmu di sana? Aku tau pasti banyak cowok yang naksir kamu di sana. Tapi ingat, ya, gak boleh gak setia, nanti hatiku kepotek, loh wkwkw.
Rasya: Yayaya. I’m really famous here, you know. They says i’m Miss Perfect or The Queen Of Perfection wkwkw such a show off. Tapi…kecuali temen-temen sekelasku. Kayak biasa, aku dipojokin di kelas. Bahkan Lyli dan Intan yang selama ini gak pernah mojokin aku, mereka ternyata cuma ngegunain aku buat nyontek PR-PR. Kemarin aku nangis diem-diem di toilet sekolah, soalnya ada yang ngelempar sepatuku ke genteng sekolah, dan akhirnya aku pulang tanpa alas kaki. Sepatu lain, sih, aku punya di rumah. Tapi semalam kakiku sampai bengkak, karena kemarin harus pulang telanjang kaki di atas aspal super panas. Ohya, di sini cuacanya selalu panaasss banget tau. Dannn 2 hari yang lalu, ada yang nyobek-nyobekin buku catatanku dan ngebuang kunci lokerku ke tong sampah. Tapi aku cuma boleh nangis sebentar di kamar atau toilet, setelah itu, harus masang fake smile.Tapi hari ini aku seneng banget, loh. Papa lagi pergi ngebeliin iPhone 6 denga case warna tosca yang lucu banget buatku, horee! Akhirnya aku ganti hp juga. Hahahah, hp baru, loh. Ngomong-ngomong, kamu juga harus fokus sekolah, jangan sampai keganggu sama aku. Aku gak usah terlalu dikhawatirin, i’m okay, i’m strong.

Mataku berkunang-kunang, mungkin sudah berair. Setelah aku selesai membaca chatnya Rasya, tiba-tiba Rasya terbangun. Aku ‘pun langsung menaruh hpnya, lalu menunjuk iPhone 6 miliknya. Rasya tampak sangat senang, walaupun ku tahu hatinya habis tersakiti. “Kak Rasy, maaf tadi aku lancang, membaca chat privasi Kak Rasy sama Diko. Aku bisa jadi tempat curhat Kak Rasy, kok, tapi kenapa Kak Rasy gak pernah curhat ke aku? Lain kali curhat aja, aku pasti bakal ngedukung Kak Rasy. Semangat terus, ya, Kak Rasy! Paling-paling mereka cuma sirik sama bakat Kak Rasy. Di luar sana ada banyak orang yang ngefans sama Kak Rasy, loh,” ucapku. “Rays, makasih… Tapi bahasnya besok aja, ya? Aku gak mau berkabung di hari ulang tahun kita berdua, jadi hari ini kita senang-senang aja, oke?,” jawab Rasya. “Oke,” balasku. Tak kusangka, ternyata ujian yang dihadapi Rasya jauh lebih berat dariku. Padahal aku kira hidup Rasya sudah sempurna dan aku sangat iri terhadap hal itu. Well, we can’t judge people by their looks. “Ohya, Kak Rasy, aku gak bakal kasih tau siapapun tentang masalah Kakak, kok. Tapi aku boleh saran aja gak? Sebaiknya Kak Rasy keluarin aja semua unek-unek Kak Rasy di depan mereka yang ngebully Kakak. Biar mereka melek, sadar, dan ngerti apa yang Kak Rasy rasain. If you always act like everything is fine, it’ll just hurt you more. You can’t lie to yourself, you can’t live like this forever. Don’t hide your feelings anymore or you’ll stuck being like this for the rest of your life. I can’t let my Sister be like this. If you won’t do it, then i’ll do it.”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s