Petualangan Kami

Numpang curhat ya, cyiiin. Yuk mari~ *abaikan kalimat pembuka yang menjijikkan ini*.

Jadi pada tanggal 8-10 Oktober 2014, SMPIT Aulady (sekolahku) mengadakan kemah internal untuk kelas 7, 8 & 9.

Untuk sampai ke perkemahan, kita naik mobil tronton dari sekolah ke Mega Mendung selama beberapa jam. Pengalaman pertama kali untukku naik tronton yang memang kurang nyaman dari mobil-mobil lainnya. Tapi tronton inilah transportasi yang dipilih sekolah agar cukup tempat untuk kami dan barang-barang bawaan kami yang sangatttttt buanyak dan super duper berat. Tapi rasa kurang nyaman tersebut hilang begitu kita sibuk mengobrol dan saling bercanda tawa bersama Kakak-Kakak Pembina Pramuka dan teman-teman. Begitu sampai di Mega Mendung, kami langsung berjalan kaki sepanjang 7 KM ke Curug Panjang (lokasi perkemahan) yang jalannya dikenal tanjakan semua dan banyak bebatuan (long march). Sebenarnya kita tidak keberatan akan jaraknya, tapi akan barang-barang bawaan kami. Regu Pramuka pertama yang sampai di Curug Panjang adalah regu putra kelasku (dalam waktu kurang-lebih 1,5 jam). Sedangkan regu yang sampai terakhir adalah regu putri adek kelasku. Regu terakhir tersebut hampir disangka menghilang, karena sampainya kurang-lebih 2,5 jam setelah regu pertama.

Di lokasi perkemahan, kita mendirikan tenda per-regu, memasak per-regu dan bermain banyak permainan per-regu (permainan-permainannya sangat seru, loh!). Kami juga diharusan melompat ke air terjun dari ketinggian 1 meter lalu mengulangnya dari ketinggian 5 meter. Setelah itu, kami harus tiduran mengikuti arus di antara bebatuan di air terjun. Di malam ke-2, kelas 7 & 8 mengadakan pentas seni, sedangan kelas 9 melaksanakan jurik malam (padahal kelasku, kelas 9 sudah bela-belain masuk di hari libur untuk latihan pentas seni). Di jurik malam, kami berjalan memasuki hutan yang sangat sangat sangat gelap. Di hutan, kami diberi nasihat panjang dan renungan. Lalu tidur sendiri-sendiri di sleeping bag dan beratapkan jas hujan ponco (solo bivak ; gambar terdapat di bawah post ini). Itupun jarak antar bivak sudah ditentukan oleh Pembina Pramuka. Salah satu bivak ada yang bolong-bolong, salah satu bivak ada yang kemasukan lintah, salah satu bivak ada yang kemasukan kalajengking ‘-‘ Di malam hari ada banyak kejadian horor ;-; dan kami juga bertemu dengan seekor kumbang biru yang super besar dan super berisik.

Saat masak terakhir, bahan-bahan makanan yang tersisa untuk lauk hanya telur, sosis yang sudah berbercak (tidak kami makan), tempe yang sudah menghitam (bagian hitamnya kami buang) dan nugget yang sudah kurang enak (bahan-bahan makanan yang dibawa kelas 9). Meski kami sudah tahu bahwa itu basi, tetap kami memakannya (karena laperrrr) dan akhirnya kemarin aku jadi sakit perut. Juga khusus regu kelas 9, kami masak bersama-sama karena regu laki-laki tidak mau ribet bawa bahan makanan, mereka hanya membawa bumbu-bumbu dan alat masak yang ringan. Hanya kelas 9 yang dibagi menjadi 2 regu, karena anggota kami paling sedikit (hanya 7 putra dan 11 putri). Sedangkan kelas-kelas lainnya  putra dibagi 2 regu dan putri dibagi 2 regu. Meski kelas 9 adalah yang terbadung dan terkonyol, kami yang terkocak dan terkompak loh~ Akhirnya regu terbaik putri adalah regu putri kelas 9 dan regu terbaik putra juga merupakan regu putra kelas 9.

Pulangnya, atas kebaikan Bapak Kepala Sekolah tercinta, kami gak jalan kaki tapi naik angkot T_T kami terharu, Pak… Ada 3 kemungkinan sih kenapa kita dipanggilin angkot dan dibayarin:
1. Agar yang cowok gak telat sholat jum’at.
2. Karna Kepsek iba dengan kami yang udah kecapekkan dengan banyaknya kegiatan-kegiatan berat selama 3 hari 2 malam.
3. Agar gak ada alasan untuk bolos di hari senin.

Sesampainya di Sekolah, kerasa banget panasnya. Karena di Curug Panjang itu super duper dingin, apalagi airnya. Kalau malem-malem dan shubuh-shubuh terasa kayak berada di dalam kulkas. Kalau di air terjun terasa kayak berenang di air es. Mandi aja menggigil (percaya gak percaya, seluruh regu putri kelas 9 cuma sempat mandi 1x selama 3 hari 2 malam di kemah. Cuma ada 1 orang yang mandi tetap 2x sehari, yaitu seorang kakak pembina putra, sedangkan pembina-pembina lainnya gak mandi sama sekali. Jadi kita cuma ganti-ganti baju).

180779_1806357405806_1446055222_31996739_3969796_n

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s