LONDON, I’M COMING! (Or will i?)

UN TELAH HABIS!~ UN TELAH HABIS!~ HORE HOREE!~ *pake nada Sherina – Libur Telah Tiba*
Hellooww telat banget gue ngepost nya. Ok Lia ok kita ke main topic.

Jadi gue punya sebuah cerpen a.k.a cerita pendek (pake a.k.a biar kayak anak gawl). Dibaca yaaa, enjoy reading! Free virtual kisses for my beloved visitors 💋💋 (siapa tau ada yang jomblo #ciaaaa)

Di hari yang mendung, aku terlentang di atas kasur merah mudaku. Sambil mendengarkan lagu, aku melakukan percakapan dengan Kakakku yang sedang berada nun jauh di sana. Melalui media sosial, aku masih dapat berkomunikasi dengannya, Alissa namanya.

Alissa, Kakakku, merupakan seorang Fotografer. Sebagai Fotografer, dia sering berkeliling dunia untuk mengambil potret-potret indah dari seluruh dunia. Sekarang, dia sedang berada di Jepang, Harajuku tepatnya.

Sedikit ku ceritakan tentang keluargaku… Daddy merupakan orang asli Bugis. Sedangkan Mommy merupakan orang campuran, yaitu Bugis-British. Sedangkan aku merupakan Anak Bungsu dari 2 bersaudara. Aku memiliki seorang Kakak Perempuan, yaitu Alissa Ratu Holmes. Seharusnya aku memiliki 3 Adik Kembar, yaitu Josh, Joseph, dan Joshua. Mereka merupakan Triplets yang meninggal dalam kandungan Mommy, setahun yang lalu. Padahal aku suka membayangkan bagaimana rumahku akan menjadi ramai dan aku dapat bermain-main dengan 3 orang Adik imut. Meski begitu, beberapa Temanku berkata bahwa itu merupakan suatu keberuntungan. Lalu mereka bercerita tentang keluhan-keluhan mereka terhadap Adiknya.

Pagi ini, Kak Alissa baru saja mengirimkanku beberapa foto hasil potretannya. Di Harajuku, kebanyakan orang berpakaian aneh. Ada yang berpakaian seperti boneka, berpakaian ala Anak Punk, berpakaian serba gothic, berpakaian seperti tokoh-tokoh anime (cosplay), dan masih banyak lagi. Di foto-foto milik Kak Alissa, mereka terlihat bagaikan model tanpa bayaran yang sangat unik. Lalu disaat aku sedang asyik melihat-lihat foto-foto karya Kak Alissa… “ELISSA VICTORY HOLMES!” terdengar seseorang memanggilku dengan nada yang melengking tinggi. Karena aku sudah mengenali suaranya, aku bergegas keluar dari kamar, lari menuruni tangga, dan menghampiri Mommy yang sedang berada di depan kamarnya. “What were you doing? Its 6:30 AM already and you haven’t got ready yet?!” ujar Mommy jengkel. “Get ready for what?” jawabku. “IT’S REGISTRATION DAY!” jawab Mommy kembali membentakku. Setelah itu, aku bergegas mandi pagi dengan super cepat, lalu memakai kemeja berwarna ungu-biru dengan celana jeans, dan pergi ke Kantor United Kingdom Ambassador (Kedutaan Besar Inggris) dengan diantar Mommy menggunakan mobil.

Ya, Tuhan, kenapa aku bisa lupa begini? Aku benar-benar lupa kalau hari adalah hari pendaftaran sekaligus hari tes untuk mendapatkan Full Scholarship (beasiswa penuh) ke King’s College, beasiswa yang sangat aku damba-dambakan. Padahal itu sudah menjadi rencana hidupku sejak aku duduk di bangku SMP. Karena aku lupa, Mommy jadi ‘kumat’. Biasanya kalau Mommy sedang marah, dia pasti mengomeliku dengan bahasa British yang sangat faseh sambil menyebut-nyebut nama lengkapku.

Akhirnya, kami sampai tujuan juga. Aku lega, sangat lega, karena pada akhirnya Mommy menghentikan omelannya yang panjang lebar dan seringkali ia ulang kata-katanya.
Sesampainya di UK Ambassador, Mommy menarik tanganku dan kami berlarian masuk. Di dalam kantor besar serba putih dan bertemakan classic, aku ‘pun mengikuti daftar ulang, lalu mengerjakan 500 soal.

Sekarang, otakku terasa seperti terbakar. Aaah, aku bosan dengan soal-soal! Hari sudah sore dan aku mulai merasa suntuk. Sambil terkadang mencuri-curi pandang untuk melirik beberapa foto tentang Kerajaan Inggris yang tertempel di dinding ruangan, aku terus berjuang mengerjakan soal-soal sebisaku. Aku terus berjuang demi impian dan cita-citaku.

Setelah detik-detik, demi menit, hingga beberapa jam berlalu, akhirnya waktu selesai dan Petugas datang mengambil lembar jawaban kami. Fiuhh, capeknya. Aku juga sudah pegal duduk terus di sini. Setelah itu, Daddy menjemputku. Daddy berkata bahwa Mommy sedang berbelanja, sehingga tidak dapat menjemputku.

Di jalan pulang, Kak Alissa mengajakku untuk bervideo call. Lalu aku mengiyakan ajakannya dan kami bervideo call. Bukan hanya Kak Alissa yang wajahnya terdapat di layar poselku sekarang, tapi juga seorang lelaki tampan bernama Johnatan, Pacarnya Kak Alissa. Setiap kali aku melihat Kak Alissa dengan Kak John, aku merasa agak iri. Karena sampai sekarang juga, aku belum pernah sekali ‘pun berpacaran. Jatuh cinta saja tidak pernah. Mungkin aku pantas disebut ‘Buta Cinta’.

Beberapa lama kemudian, aku dan Daddy sampai di rumah. Lalu aku mematikan video callnya. Sesampainya di dalam rumah, rupanya Mommy juga sudah sampai di rumah. Lalu Mommy memberikanku sepotong kue Red Velvet kesukaanku, sebagai apresiasi dari keberanianku untuk mengikuti tes yang amat sulit.

Aku yakin bahwa Mommy dan Daddy akan merasa sangat bangga apabila aku termasuk 5 orang yang mendapatkan beasiswa ke London, dari 2.934 orang yang mendaftar. Sejak lama, aku memang memimpikan hal tersebut. Bagaimana aku akan tinggal di London dengan biaya yang sepenuhnya ditanggung oleh Keluarga Kerajaan Inggris.

Sejak hari itu, aku terus gelisah akan hasil tes yang telah aku laksanakan. Aku takut bagaimana nanti aku akan terbebani rasa malu apabila aku tidak mendapatkan beasiswa tersebut. Karena sejujurnya, aku sudah memamerkan hal tersebut ke beberapa Teman-Teman terdekatku.

3 minggu telah berlalu. Hari ini merupakan hari ke-21 yang dijanji-janjikan akan diumumkan hasil tes tersebut. Hatiku menjadi semakin dag-dig-dug. Jantungku berdegup kencang. Keringat ‘pun mulai mengalir dari pelipis kanan ke pipiku. Karena penasaran, aku memaksakan diriku untuk mengumpulkan segala keberanianku untuk melihat papan pengumuman. Di papan pengumuman tersebut, aku melihat kalimat bertuliskan: These are the people that get full scholarship to King’s College, London. Nama yang tercantum di paling atas adalah……. Amirah Amalia…….. Bukan namaku. Yang kedua adalah………. Raisa Maharani………. Bukan juga namaku. Orang beruntung yang ketiga adalah…….. Aryo Santoso…… Namaku belum terlihat juga. Hal tersebut membuatku semakin takut, tapi aku terus menengok ke bawah. Yang ke-empat adalah…………….. Muhammad Rafi Rahardian………………. Deg-deg, nama yang terakhir adalah…………E……..El…….Elissa…. Vi…vi…Victoria?! Apa maksudnya dengan Victoria? Apakah itu nama orang lain atau namaku yang salah ketik? Aku masih was-was.
Lalu seketika terlintas di hadapanku tulisan: Got reccomendation to registrate for scholarship to Oxford University, London…… Elissa Victory Holmes. “Wait, what?” ucapku dalam hati. Aku masih tercengung sambil memelototi tulisan tersebut. Lalu aku baca ulang kalimat tersebut perlahan-lahan……….. “Got reccomendation to registrate for scholarship to Oxford University, London: Elissa Victory Holmes.” Sayangnya, aku tidak mendapatkan beasiswa untuk berkuliah di King’s College…………………….. TAPI AKU JUSTRU DAPAT REKOMENDASI KE OXFORD UNIVERSITY, UNIVERSITAS YANG LEBIH BAIK LAGI DARI KING’S COLLEGE. Aku, Mommy dan Daddy kaget bukan kepalang.

Di hari itu juga, aku daftar untuk Full Scholarship to Oxford University. Aku pikir aku harus kembali menguras otakku, tapi ternyata tidak. Aku hanya cukup daftar sebagai tanda aku menerima tawaran tersebut. Jadi aku masuk ke Oxford University TANPA TES.
“Thank God… You’ve just got a miracle, El. We’re so proud of you,” ucap Mommy.

Akhirnya, hal yang sangat aku inginkan tercapai juga, yaitu kedua Orang Tuaku bangga terhadapku. Ya, mereka bangga, they’re proud of me. Sejak kecil, aku ingin sekali membanggakan Mommy dan Daddy sebagai balasan atas kasih sayang, cinta, dan segala perjuangan mereka yang tak terhitung. Walau aku tahu bahwa tidak ada balasan yang setimpal untuk hal tersebut.

“YES! YEAH! YOHOO! HIP HIP HORAAY!” ucapku berteriak kegirangan sambil berjingkrak-jingkrak di atas kasurku. Setelah merasa puas (sekaligus capek), aku mengabari Kak Alissa via telepon. Kak Alissa juga rupanya sangat heran, tapi juga bahagia.

Akhirnya setelah perjuangan kerasku selama ini, aku dapat mencapai mimpi tertinggiku! Bulan depan, aku bisa berkuliah gratis di jurusan Mathematics Science. Lebihnya lagi, biaya hidupku sehari-hari di London, Inggris ditanggung sepenuhnya oleh Pemerintah Republik Indonesia, Negaraku tercinta. Aku bahkan mendapatkan uang jajan! Bagaimana aku tidak senang?

Sekarang, aku sedang berkemas-kemas sambil mengucapkan selamat tinggal kepada Teman-Teman, Guru-Guru lamaku, dan Kerabat-Kerabatku via SMS. Aku yakin kelak aku akan merindukan mereka dan Indonesia. Tapi aku juga sudah tidak sabar untuk mendatangi Negara yang sangat aku kagumi, United Kingdom! “LONDON, I’M COMING !!!” hatiku berteriak sambil menari-nari. “It’s my best day ever! Aku senang! Aku puas! Perjuanganku benar-benar paid off!,” ujarku dalam hati.

P.S: Maaf isi blog aku gaje.
P.S.S: Kalau anda menemukan nama saya di dalam cerpen ini, mohon sebutkan “Amiin.”

2 thoughts on “LONDON, I’M COMING! (Or will i?)

  1. I don’t know whether it’s just me or if perhaps everybody else experiencing problems with your site.
    It appears as though some of the text on your
    posts are running off the screen. Can someone else please comment and let me
    know if this is happening to them as well? This could be a problem with my
    internet browser because I’ve had this happen previously.
    Many thanks

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s